Bulan Puasa, Pendonor Darah Turun

UMBULHARJO (MERAPI) – Selama bulan puasa jumlah pendonor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta diperkirakan turun sekitar 60-70 persen. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan darah. Meski demikian dari prediksi stok darah aman jika hanya melayani kebutuhan Kota Yogyakarta.

“Selama bulan puasa penurunan pendonor bisa berkurang 60 persen hingga 70 persen, ini tentu mempengaruhi stok darah. Minggu pertama stok aman, asal tidak ada permintaan darah dari luar Kota Yogya,” kata Koordinator Unit Transfusi Darah PMI Kota Yogyakarta Nur Edi Hidayatullah, Senin (6/5).

Dia menyebut rata-rata kebutuhan darah di Kota Yogyakarta setiap bulan mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 kantong. PMI Kota Yogyakarta mencatat ada sekitar 20.000 pendonor darah sukarela saat ini. Tapi mereka baru bisa mendonorkan darahnya tiap 2 bulan sekali.

“Misal bulan April ada 5.000 pendonor maka 2 bulan ke depan belum bisa donor lagi. Ditambah ada penurunan pendonor selama Ramadan. Makanya bulan puasa ini khusus untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Yogyakarta dulu,” tambahnya.

Dia menuturkan selama ini PMI Kota Yogyakarta selalu memperoleh permintaan darah dari luar kabupaten lain di DIY seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk memastikan agar stok darah tercukupi selama bulan puasa, PMI Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat maupun donor untuk tetap menyumbang darahnya. Sampai kini baru ada sekitar 15 kegiatan donor darah di masyarakat yang diajukan ke PMI Yogyakarta.

“Kegiatan donor darah di PMI atau melalui donor darah massal bisa dilaksanakan saat malam hari. Kami akan turunkan pelayanan donor darah ke masjid-masjid dan gereja-gereja. Target di tiap kegiatan juga tidak terlalu banyak, sekitar 30 kantong,” terang Nur Edi.

Beberapa tempat yang akan menyelenggarakan kegiatan donor darah massal dengan layanan dari PMI Kota Yogyakarta di antaranya di Mushola Nurullhsan Surokarsan, Kamis (9/5), dan Banteng Baru Jalan Kaliurang pada Jumat (10/5). Di gereja yakni Gereja Pelem Baturetno, Gereja Kalam Kudus Beskalan dan Masjid Bokoharjo Prambanan pada Minggu (12/5).

Apabila stok darah selama puasa tidak bertambah dikhawatirkan akan terjadi kekurangan darah pada pekan kedua Lebaran. Dia menjelaskan terjadi peningkatan permintaan darah yang cukup signifikan dari rumah sakit pada minggu kedua Lebaran.

“Sebagian besar rumah sakit biasanya menunda melakukan operasi saat Lebaran. Pada pekan kedua Syawal atau Lebaran baru dilakukan operasi sehinga permintaan melonjak. Padahal, masih banyak pendonor darah yang berlibur,” ujarnya. (Tri)

Read previous post:
AJAK LEGAWA TERIMA HASIL PEMILU-Akademisi Yogya Serukan Sikap Kenegarawanan

YOGYA (MERAPI) – Para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta mengeluarlan seruan kepada seluruh kontestan Pemilu 2019 untuk mengedepankan

Close