VONIS BERSALAH DINILAI CEDERAI KEADILAN- Hoky Resmi Ajukan Banding


Penasihat hukum Herzon Theny Hawu SH menunjukkan salinan putusan sebagai dasar penyusunan memori banding yang dikirim ke PT Yogyakarta.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Penasihat hukum Herzon Theny Hawu SH menunjukkan salinan putusan sebagai dasar penyusunan memori banding yang dikirim ke PT Yogyakarta.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Ketua Umum DPP Apkomindo, Ir Soegiharto Santoso alias Hoky yang divonis bersalah melakukan penganiayaan ringan dan dihukum selama 15 hari penjara dengan masa percobaan 1 bulan akhirnya resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta. Banding diajukan setelah hakim tunggal Koko Riyanto SH yang menyatakan terdakwa Hoky bersalah melalui penganiayaan ringan dinilai telah mencederai rasa keadilan.

“Setelah kami menyatakan banding, hari ini (kemarin,red) kami mengirim memori banding ke PT Yogyakarta melalui PN Bantul,” ujar Herzon Theny Hawu SH, salah satu penasihat hukum Hoky kepada wartawan disela-sela penyerahan memori banding.

Permohonannya banding ke PT Yogyakarta dilakukan karena terdakwa keberatan terhadap pertimbangan hukum dalam amar putusan. Karena sejak awal terdakwa menyatakan ke pihak kepolisian dan hakim pemeriksa kalau kasus tersebut merupakan hasil rekayasa yang dilakukan saksi korban Ir Faaz Ismail terhadap dirinya selaku Ketua Apkomindo.

Selain itu juga banyak kejanggalan dan cacat prosedural dari penyelidik maupun penyidikan. Sebelumnya, pihak terdakwa berulang kali memohon penyidik memperlihatkan panggilan pertama tetapi tak pernah dilakukan.

Selain itu penuntut umum dalam sidang tipiring telah empat kali melakukan kesalahan dalam penulisan alamat terdakwa. Dalam BAP terdapat keterangan yang diduga telah dimanipulasi. Bahkan parahnya lagi terdapat perbedaan isi BAP saksi korban pada 24 Mei 2017 yang dimiliki hakim dan BAP pada 9 Juni 2017 dari penyidik yang diperoleh terdakwa melalui Kejaksaan Negeri Bantul.

Untuk itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya berharap agar majelis hakim PT Yogyakarta menerima dan mengabulkan permohonannya banding dan membatalkan putusan PN Bantul.

Diketahui sebelumnya, perkara penganiayaan yang dilakukan Hoky terhadap Ir Faaz Ismail terjadi pada 10 Mei 2017 pukul 18.30 di depan gedung Pengadilan Negeri Bantul. Saat itu saksi korban yang selesai salat Magrib sehabis meyaksikan sidang penggunaan logo Apkomindo tanpa izin dengan terdakwa Hoky berjalan menuju ke arah Ketua DPD Apkomindo DIY, Dicky Purnawibawa ST yang saat itu berada di depan pengadilan bersama terdakwa maupun jaksa Ansyori SH.

Ketika saksi korban bertatap muka dengan terdakwa terjadi cekcok karena seksi korban sebelumnya menghina terdakwa di depan persidangan dengan kata-kata “kutu kupret”. Saat itu saksi korban mengakui krah baju dipegangi terdakwa dengan tangan kiri sementara tangan kanan mengepal hendak memukul. Perbuatan tersebut sempat dihentikan jaksa Ansyori yang saat itu berada di antara keduanya. (C-5)


Read previous post:
GUGATAN PEMBELIAN CONDOTEL THE MALIOBORO HERRITAGE- Para Tergugat Dihukum Kembalikan Uang Rp 9,6 M

YOGYA (MERAPI) - Gugatan wanprestasi dan ganti kerugian yang diajukan seorang pengusaha, Ny Lay Anasari Fellyta warga Rukan Exclusive Bukit

Close