RAZIA HOTEL JELANG RAMADAN- 9 Pasangan Selingkuh Dibina


ilustrasi
ilustrasi

WONOSARI (MERAPI)–Sehari sebelum memasuki bulan Ramadan, jajaran Polsek Purwosari, Gunungkidul kembali menggelar razia cipta kondisi di sejumlah rumah penginapan dan hotel melati Minggu (5/5). Dalam razia ini polisi menemukan sembilan pasangan pria wanita bukan pasangan resmi diduga pasangan selingkuh. Mereka dipergoki berada dalam kamar berdua dan langsung diamankan di Mapolsek Purwosari untuk dilakukan pembinaan.

“Razia melibatkan dua tim dan menyasar hotel melati, rumah penginapan dan tempat hiburan,” kata Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto melalui Kasi Humas, Aiptu Wahyu Widodo Minggu (5/5).

Penyisiran dilakukan di 7 lokasi penginapan dan 1 lokasi karaoke dan dalam razia penginapan, pihaknya menemukan beberapa pasang pria dan wanita yang sedang berada di dalam kamar. Petugas kemudian langsung memeriksa sejumlah orang tersebut. Setelah dipergoki berada di dalam kamar, petugas melakukan pendataan.

Saat dilakukan pemeriksaan, para pasangan tidak resmi tersebut sempat berusaha mengelabui petugas. Mereka sempat mengaku pasangan suami isteri. Namun akhirnya lantaran tak mampu menunjukkan dokumen-dokumen atau bukti-bukti bahwa mereka pasangan yang sah, para pasangan tersebut akhirnya hanya bisa pasrah dan mengakui bahwa mereka bukan pasangan resmi. “Totalnya ada 9 pasangan. Mereka tidak bisa menunjukkan bahwa mereka pasangan resmi sehingga kemudian kami amankan,” imbuhnya.

Kepada para pasangan tersebut, petugas melakukan pembinaan sebelum kemudian diperbolehkan pulang. Mereka juga diminta untuk membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi lagi.Setelah itu, petugas kemudian menyisir lokasi karaoke untuk mencari adanya peredaran minuman keras dan narkoba. Namun begitu, petugas tidak menemukan barang berbahaya atau sasaran operasi.“Kita hanya lakukan pendataan kepada para pemandu lagu. Kegiatan seperti ini terus akan kita gelar untuk menciptakan suasana kondusif,” pungkasnya. (Pur)

Read previous post:
SIDANG PENYIMPANGAN UANG BANK BPRS MMS- JPU Dinilai Paksakan Perkara

BANTUL (MERAPI) - Penasihat hukum Wirawan Adnan SH menilai jaksa penuntut umum (JPU) telah memaksakan penanganan perkara yang menyeret terdakwa

Close