PKA DPD IKADIN DIY- Seleksi Ketat Hasilkan Advokat Andal


Sekjen DPP Ikadin, M Rasyid Ridho SH MH (baju batik) bersama Dekan FH UMY (2 dari kiri) dan Ketua DPD Ikadin DIY (3 dari kiri) usai penutupan PKA Ikadin di Kampus FH UMY. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Sekjen DPP Ikadin, M Rasyid Ridho SH MH (baju batik) bersama Dekan FH UMY (2 dari kiri) dan Ketua DPD Ikadin DIY (3 dari kiri) usai penutupan PKA Ikadin di Kampus FH UMY. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

KASIHAN (MERAPI) – Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), M Rasyid Ridho SH MH menilai seorang sarjana hukum sebelum menjadi advokat harus melalui seleksi yang sangat ketat. Sehingga ketika nantinya lulus akan menjadi advokat profesional dan andal.

“Untuk itu dalam Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA) Ikadin sudah tak lagi disampaikan pengetahuan dan teori tentang hukum. Karena pengetahuan dan teori sudah disampaikan dalam pendidikan formal di fakultas hukum. Sehingga tinggal bagaimana praktik kerja seorang advokat,” ujar M Rasyid Ridho SH MH di sela-sela penutupan PKA Ikadin yang diselenggarakan DPD Ikadin DIY bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) di Kampus FH UMY lantai 3 Jalan Lingkar Selatan Kasihan Bantul, Sabtu (4/5) malam.

Dalam penutupan PKA angkatan I tahun 2019 dihadiri Ketua DPD Ikadin DIY Moelyadi SH MH CLA, Dekan FH UMY Dr Trisno Raharjo SH MHum dan beberapa Pengurus DPD Ikadin DIY.

Untuk itu dalam PKA Ikadin akan dikedepankan kemampuan dan kemahiran penanganan perkara. Ke depan untuk pendidikan kode etik akan dilakukan secara terpisah. Karena kode etik profesi harus benar-benar dipahami dan dikuasai calon advokat sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dapat dilakukan dengan profesional.

Jadi sebelum ujian advokat dilakukan harus melalui ujian kode etik sehingga ke depan advokat akan menjadi lebih baik. Karena selama ini Ikadin dikenal sebagai organisasi advokat paling tua harus menjadi contoh bagi organisasi advokat lain.

“Kelebihan Ikadin dibanding organisasi advokat lain karena kita pewaris advokat pejuang. Sehingga kita harus mempertahankan perjuangan advokat sebagai salah satu penegak hukum,” imbuh Rasyid Ridho.

Sementara Dekan FH UMY, Dr Trisno Raharjo SH MHum menyatakan, PKA Ikadin ini tak hanya diikuti oleh sarjana hukum. Tetapi banyak mahasiswa akhir fakultas hukum ikut dalam PKA. Sehingga melalui PKA Ikadin ini menjadi ruang pembelaan bagi mahasiswa semester akhir.

“Selain mendapat sertifikat, mahasiswa yang mengikuti PKA akan mendapat sertifikasi khusus. Sehingga diharapkan seluruh peserta PKA akan memperoleh manfaat ketika nanti terjun sebagai seorang advokat dan memiliki kantor sendiri,” tegas Dr Trisno Raharjo.

Sementara Ketua Panitia PKA Ikadin, Nasrullah SH menyatakan, antusiasme peserta dalam PKA Ikadin angkatan I tahun 2019 cukup tinggi. Terbukti dengan dibukanya pendaftaran selama 21 hari setidaknya ada 23 peserta yang ikut PKA dari awal hingga akhir.

Bahkan dalam pelaksanaan PKA kali ini semua peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan. Untuk itu ke depan pelaksanaan PKA diharapkan akan semakin meningkat. “PKA ini sebagai tahap awal untuk menjadi seorang advokat. Karena masih banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum diangkat dan disumpah menjadi advokat seperti mengikuti ujian advokat dan melakukan magang 2 tahun di kantor advokat,” jelas Nasrullah. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
Glory 560 Meraih Dua Penghargaan Sekaligus di Ajang IIMS 2019

JAKARTA (MERAPI) - Ajang otomotif bergengsi, Indonesia International Motor Show (IIMS) menjadi catatan positif bagi DFSK. Pasalnya, pada perhelatan yang

Close