DITUDUH MELAKUKAN POLITIK UANG – Caleg ini Berpotensi Terpilih Menjadi Anggota DPRD

MERAPI-GUNARWAN Caleg Ghofururoohim (kanan) didampingi Teguh Purnomo melaporkan kasus yang menimpanya di Mapolres Purworejo.
MERAPI-GUNARWAN
Caleg Ghofururoohim (kanan) didampingi Teguh Purnomo melaporkan kasus yang menimpanya di Mapolres Purworejo.

PURWOREJO (MERAPI) – Ghofururoohim, salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) Dapil VI yang meliputi Kecamatan Gebang, Bener dan Loano, Kabupaten Purworejo, berpotensi menjadi calon anggota DPRD Purworejo untuk keduakalinya melalui Pemilu kemarin. Namun yang bersangkutan termasuk satu dari tiga orang caleg terpilih yang dimungkinkan terganggu pelantikannya karena bermasalah.

Sedang masalah yang dihadapi Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terkait dengan dugaan politik uang yang dilakukan pada hari tenang. Bahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purworejo saat itu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada yang bersangkutan, berikut barang bukti yang kemudian dipinjam Bawaslu.

“Terkait masalah ini, kami balik melaporkan Bawaslu, karena apa yang dituduhkan itu tidak benar. Bahkan saat itu saya sedang tiduran di rumah,” kata Ghofururoohim, Jumat (3/5).

Bersama kuasa hukumnya Dr H Teguh Purnomo SH MHum, Ghofururohim melaporkan kasus yang menimpanya ini ke Polres Purworejo dengan harapan bisa mendapatkan keadilan, karena dirinya merasa idak pernah melakukan politik uang dalam Pemilu kemarin. Uang yang kemudian dipinjam Bawaslu itu sedianya untuk membayar saksi. “Akibatnya sampai sekarang masih ada saksi saya yang belum dibayar,” tambah Ghofururoohim.

Menurut Teguh Purnomo, apa yang dilakukan kliennya itu jauh dari tuduhan sebagai pelaku politik uang. “Uang itu memang disiapkan tapi untuk bayar saksi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn mengaku pihaknya sudah memanggil sejumlah saksi, dan mereka tidak mengelak jika dalam pertemuan yang berbalut istiqosah menjelang hari pelaksanaan Pemilu itu, ada kegiatan pembagian uang yang akan digunakan untuk mempengaruhi warga sasaran untuk menentukan pilihannya.

“Uang yang kami bawa, itu sifatnya pinjam. Kami tidak menyita,” jelas Nur Kholiq. (Gnr)

Read previous post:
Lava Gunung Merapi Meluncur 900 Meter

SLEMAN (MERAPI) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung

Close