Baku Tembak Sejauh 35 Kilometer dengan Aparat Polda DIY, Perampok Tewas

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Hadi Utomo saat menunjukan pistol rakitan milik tersangka.
MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Hadi Utomo saat menunjukan pistol rakitan milik tersangka.

DEPOK (MERAPI)- Petugas Ditreskrimum Polda DIY berhasil melumpuhkan komplotan perampok sadis dalam sebuah aksi pengejaran disertai baku tembak di wilayah Purworejo, Senin (29/4) petang. Satu permapok tewas, sedang beberapa di antaranya mengalami luka tembak. Polisi terpaksa melumpuhkan dengan tembakan karena para perampok menembaki polisi saat hendak dibekuk.
Dari tangan komplotan perampok, polisi mengamankan barang bukti sepucuk senjata api penuh peluru, sekitar 15-16 butir. Komlotan ini diduga sudah berulangkali beraksi di Yogya dengan sasaran konter HP.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto kepada wartawan, Selasa (30/4) mengatakan, pelaku yang tewas adalah AD warga Bandung, Jawa Barat. Sementara tiga pelaku lain mengalamai luka tembak. Yakni AS warga Karawang, Jawa Barat mengalami luka tembak di bahu kanan dan kiri serta patah tulang bahu kiri.

Kemudian SD warga Karawang, Jawa Barat luka tembak di punggung kanan dan kaki kiri serta FD warga Ngawi, Jawa Timur terluka tembak di paha kanan.
“Pelaku terlibat aksi tembak-menembak dengan anggota kita. Persisnya dari Glagah sampai Purworejo, sekitar 35 kilometer,” ujar AKBP Yuliyanto.
Dikatakan, para pelaku diburu setelah beraksi merampok sejumlah konter HP di Yogya. Dari data polisi, pelaku beraksi di Gunungkidul tepatnya di Semanu pada 27 Februari dan Semin pada 11 Maret serta di Banguntapan, Bantul pada akhir Maret. Total kerugian masing-masing konter mencapai ratusan juta rupiah.
Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo menambahkan, dari hasil penyelidikan anggotanya, pelaku perampokan di sejumlah konter itu mengarah pada komplotan ini. Polisi pun kemudian membuntuti mereka sejak dari Bandung. Pada Senin petang, komplotan ini naik mobil Toyota Avanza dan diketahui berniat mencari sasaran lagi di wilayah hukum DIY.
“Hasil penyelidikan, ada info komplotan ini akan kembali beraksi di Yogya, sehingga anggota membuntuti dari Jawa Barat,” ujar Kombes Hadi.

Saat sampai wilayah Glagah, Kulonprogo, polisi pun mencegat mereka. Tahu dihadang polisi, para pelaku melawan. “Mereka melakukan perlawanan dengan cara menembak,” jelas Hadi.
Usai menembaki polisi, para pelaku putar balik kabur ke arah Purworejo. Polisi mengejar. Aksi kejar-kejaran bak adegan film pun terjadi. Para pelaku menembaki polisi, kemudian polisi membalasnya.
Aksi baku tembak terjadi sejauh 35 kilometer hingga wilayah Purworejo. Mereka baru berhenti setelah mobil yang ditumpangi menabrak truk. Dalam pengejaran itu, seorang pelaku ditembak mati sedangkan tiga lainnya terluka. Tidak ada anggota polisi yang terluka.

“Dari tangan para pelaku, kita amankan sepucuk senjata api. Pelurunya penuh, sekitar 15-16 butir. Asal senjata masih didalami, termasuk jenisnya apa, rakitan atau bukan. Yang jelas senjata api ini mematikan. Untuk pelurunya kaliber 9,” katanya.
Hingga kini para pelaku belum dimintai keterangan secara utuh karena masih dirawat di RS Bhayangkara.(Shn)

Read previous post:
ilustrasi
Bendungan Maut

BENDUNGAN Mbalong di Desa Trimulyo Sleman memakan korban jiwa. Dua bocah perempuan, pelajar SMP dan SD, Erna (15) dan Ida

Close