DITAHAN BADAK FC 0-0 DI UJI COBA – PSS Kehilangan Greget

SLEMAN (MERAPI) – Penampilan PSS Sleman jauh dari kata mengesankan saat ditahan imbang Badak Lampung FC tanpa gol dalam laga bertitel uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (27/4) malam. Mereka seperti diajari bermain bola oleh tim tamu yang dibesut Jan Saragih. Para pemain tidak kompak.

Empat legiun asing yang punya CV mentereng tak mampu memvisualkan apa yang ada di atas kertas. Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengakui buruknya penampilan para pemain. Menurutnya PSS malam kemarin kehilangan greget. “Kami kehilangan greget, tidak tahu kenapa. Berbeda dari Piala Presiden kemarin yang kita bisa main bagus. Sudah terlihat sejak latihan situasinya. Jadi saya langsung lihat ke psikis pemain sepertinya memang ada masalah tapi saya enggak tahu apa,” keluh Seto Minggu (28/4) sore.

Setelah Piala Presiden, PSS mendaratkan banyak wajah baru. Di lini belakang mereka mendaratkan Junius Bate. Di lini tengah ada Guilherme Batata sedangkan di depan mendatangkan Rudi Widodo dan Yevhen Bokhasvili. Kinerja para pemain dalam pertandingan di Piala Presiden dan Piala Indonesia dengan saat ini memang jauh berbeda. Sebelum pemain asing komplet, komposisi pemain Laskar Sembada mampu merepotkan tim-tim peserta Liga 1 seperti Barito Putera, Borneo FC, Madura United, bahkan Persija Jakarta. Lini tengah yang saat itu dipercayakan pada Wahyu Sukarta, Sidik Saimima, Nerius Alom, dan Ricky Kambuaya mampu merepotkan pertahanan para tim besar Liga 1.

Dalam pertandingan kemarin pertahanan PSS mulai mendapat sorotan ketika di awal pertandingan melakukan pelanggaran berbahaya berbuah tendangan bebas yang nyaris mengubah skor. Keabaian fisik pemain juga jadi masalah di tengah pertandingan. Dua legiun asingm Alfonso de La Cruz dan Brian Fereira cedera dan harus ditarik keluar di pertengahan babak pertama. Selama pertandingan PSS juga hanya punya satu peluang emas melalui Arsyad Yusgiantoro yang gagal menceploskan bola meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Beruntung jadwal kick off Liga 1 mundur karena tim pelatih punya banyak waktu memperbaiki kinerja payah PSS ini.

“Kami akan perbaiki, pasti evaluasi. Ada apa dengan pemain juga akan saya cari tahu,” tegas Seto yang tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Perbaikan ini harus dibuktikan saat Laskar Sembada menjamu PSIS Semarang Selasa (30/4) di uji coba kedua mereka. Laga lawan PSIS adalah kesempatan kedua bagi para pemain membuktikan diri sekaligus menyelamatkan wajah manajemen dan PT PSS yang bertanggung jawab ketika mendatangkan para pemain. Seto sendiri enggan membeberkan apa evaluasi yang akan dilakukan sebelum menghadapi PSIS. Keterkejutannya membuktikan bahwa ia juga tak punya jawab terkait kondisi pemain. “Kemungkinan karena bosan latihan terus menerus. Intinya akan saya cari tahu,” sambungnya. (Des)

Read previous post:
Aceh Luncurkan Festival Ramadhan 2019

BANDA ACEH (MERAPI)- Pesona Ramadhan di Aceh bakal lebih berwarna. Sebab, provinsi ini akan meluncurkan serangkaian event. Rangkaian tersebut terangkum

Close