15 Orang PGOT Ditangkap Satpol PP

Gelandangan dan pengamen dibina Satpol PP. (MERAPI-Abdul Alim)
ILUSTRASI Gelandangan dan pengamen dibina Satpol PP..

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 15 orang pengamen, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) berhasil ditangkap oleh tim gabungan dalam operasi penertiban disejumlah wilayah. Mereka kemudian mendapatkan pembinaan oleh petugas dan membut surat pernyataan tertulis sebelum akhirnya dilepaskan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (24/4) mengatakan, razia penertiban sudah dilaksanakan sejak sore hingga petang pada Selasa (23/4) kemarin. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan sejumlah petugas terkait dan dibagi dalam dua tim. Wilayah razia masing masing berbeda dengan tetap pada sasaran sama yakni PGOT.

Tim I melakukan razia terhadap PGOT dengan wilayah sasaran diseputaran patung jamu Bulakrejo, Sukoharjo Kota, perempatan jalan ciu, Telukan, Grogol, perempatan The Park Solo Baru, Grogol, sampai ke perbatasan Pabelan, Kartasura, Sukoharjo dengan Kleco, Kota Solo. Sedangkan tim II menyasar ke wilayah Sanggung, Gatak, Klewer, Gatak dan tugu Kartasura.

Dalam razia tersebut tim I dan II kemudian bergabung melakukan razia bersama dengan sasaran di Ngasem, Kartasura yang merupakan perbatasan antara Sukoharjo dengan Kabupaten Klaten, Boyolali dan Kabupaten Karanganyar.

Hasil razia petugas menangkap sebanyak 15 orang PGOT terdiri dari 13 orang laki laki dan dua orang perempuan. Mereka kemudian diangkut menggunakan truk dan dibawa ke kantor Satpol PP Sukoharjo. Para PGOT tersebut mendapatkan pembinaan dari petugas agar tidak keluyuran di jalan dan meresahkan masyarakat. Selanjutnya para PGOT diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka kemudian dilepas oleh petugas.

Razia penertiban terhadap PGOT menggunakan dasar Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Kegiatan dilaksanakan untuk mengantisipasi situsi dan tetap menjaga kondusifitas wilayah serta mencegah timbulnya gangguan kamtibmas yang disebabkan karena keberadaan PGOT.

“Penertiban PGOT bertujuan sebagai upaya pencegahan preventif menciptakan suasana kondusif pasca Pemilu 2019,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo setelah ini akan melakukan penertiban PGOT serupa disejumlah wilayah lain. Salah satunya yakni di tengah kota Sukoharjo. (Mam)

Read previous post:
Data tidak Sesuai, 39 TPS Gelar PSU

PURWOREJO (MERAPI) – Akibat ketidaksesuaian data yang diterima saksi dan petugas, maka 39 tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019 di

Close