Usai Cekcok, Bunuh Diri

Ilustrasi

SEMARANG (MERAPI)- Pamuji (30) warga Semarang bunuh diri setelah dirinya cekcok dengan istrinya. Bunuh diri dilakukan di belakang rumah orangtuanya di di Dusun Silowah RT 01 RW 06 Desa Pagersari pada Selasa (23/4) sore. Dari hasil visum, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono dihubungi wartawan Rabu (24/4) menjelaskan, guna memastikan penyebab kematian korban, petugas melakukan visum yang awalnya diduga korban pembunuhan. Hasilnya, kematian korban karena jeratan tali bukan luka di kepala bagian belakang. Selain itu, alat kelamin korban juga mengelaurkan cairan sperma.

“Korban bunuh diri karena ada permasalahan KDRT terhadap istrinya di Semarang. Sekarang istri korban dirawat dirumah sakit Panti Wilasa Semarang,” kata Iptu Budi Supraptono, Rabu (24/4).

Ia menambahkan hasil penyelidikan petugas Polsek Bergas, korban diketahui bunuh diri dengan cara gantung diri dengan seutas tali di pohon kopi yang berada di belakang rumah orangtuanya pukul 15.30 WIB.

“Pertama kali yang menemukan korban gantung diri ibunya, Siamah . Saat itu, saksi akan mengalirkan air dari kran di sebelah rumah sembari membetulkan pipa air di belakang rumah,” katanya.

Melihat anaknya gantung diri, Siamah langsung ambil parang dan memotong tali yang menjerat leher korban. Tubuh korban terjatuh dan kepala membentur batu hingga robek dan mengeluarkan darah.Selanjutya Siamah mengambil tali yang digunakan korban gantung diri dan membakarnya agar tidak diketahui warga bahwa anaknya gantung diri.

“Ibu korban malu kalau anaknya gantung diri. Kemudian sekira pukul 16.30 WIB, ibu korban meminta tolong kepada warga perihal anaknya yang telah meninggal dunia di belakang rumah,” jelasnya. (Sus)

Read previous post:
Pemilu Serentak Perlu Dikaji

BANTUL (MERAPI) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul, menyatakan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 yang berupa pemilihan presiden

Close