TENANGKAN BALITA TERPISAH ORANGTUANYA-Brigadir Agus Dipuji Netizen

MERAPI-INSTAGRAM INFO CEGATAN JOGJA Balita Riska nyaman tidur di pangkuan Brigadir Agus usai terpisah dari orangtuanya.
MERAPI-INSTAGRAM INFO CEGATAN JOGJA Balita Riska nyaman tidur di pangkuan Brigadir Agus usai terpisah dari orangtuanya.

PIYUNGAN (MERAPI)- Seorang anggota Polsek Piyungan, Bantul, Brigadir Agus Tri Widodo mendadak menjadi viral dan menuai pujian banyak pengguna media sosial (netizen), Rabu (24/4). Penyebabnya, foto yang memperlihatkan Brigadir Agus menggendong seorang balita hingga tertidur lelap menyebar di media soial. Ternyata, balita itu terpisah dari orangtuanya dan ditemukan menangis di pinggir jalan depan BRI Piyungan.
Dalam foto yang beredar luas itu, terlihat balita tertidur pulas di pangkuan Brigadir Agus. Tangannya memeluk ke pundak anggota polisi itu, sementara matanya terpejam. Foto itu pertama kali diunggah ke grup media sosial Info Cegatan Jogja, baik di Facebook maupun Instagram. Dalam postingan itu, dituliskan bahwa balita berusia 3 tahun itu ditemukan warga menangis di depan BRI Piyungan. Karena terpisah dari orangtunya, kemudian dibawa ke Polsek Piyungan.

Melihat foto yang sangat menyetuh itu, banyak netizen memuji kemampuan Brigadir Agus menenangkan dan bahkan membuat balita tersebut nyaman hingga tertidur di pangkuannya. “Adeknya nyaman banget di pelukan pak polisi,” kata pengguna media sosial. “Istimewa pak polisi. Punya hati nurani sebagai seorang ayah,” kata netizen lain.
Saat dikonfirmasi semalam, Kapolsek Piyungan Kompol Ispurwanto didampingi Kanit Reskrim Aiptu Jamingan SH mengatakan, balita itu sudah dipertemukan dengan keluarganya. Nama balita itu adalah Riska Aulia Rosada, putri pasangan Kusno Sujarwadi dan Windarsih warga Dusun Sambiroto, Kaligatuk, Piyungan.

Menurut Ispurwanto, awalnya kemarin pagi sekitar pukul 06.00, Riska membonceng ikut kedua orangtuanya bekerja. Kemudian ibu korban turun di Dusun Jasem untuk menjual nangka. Sementara Riska ikut ayahnya menuju warung bakso Pak Man di Piyungan. Sampai warung bakso, Kusno menurunkan Riska. “Ibu Riska bekerja di warung bakso itu. Nah, ayahnya meminta Riska menunggu sebentar karena ibunya segera menyusul ke warung bakso itu,” kata Ispurwanto.
Kemudian, Kusno pergi meninggalkan anaknya itu untuk bekerja di Banguntapan. Saat ditinggal itu kemudian Riska menangis sambil berjalan tanpa arah hingga di depan BRI Piyungan. Dia terus menangis hingga menyita perhatian warga yang melintas. Saat itulah warga membawa Riska ke Polsek Piyungan. Sampai di kantor polisi, Riska masih menangis. “Digendong siapa saja tetap menangis. Sampai akhirnya Brigadir Agus bisa membuatnya tenang. Hanya Brigadir Agus yang mampu menidurkan Riska,” jelas Ispurwanto.

Menurut Kaposlek Piyungan, beberapa saat kemudian, Kusno kembali ke warung bakso dan menanyakan kepada warga sekitar keberadaan anaknya. Saat itu warga mengatakan jika Riska dibawa ke Poslek Piyungan. “Saat itulah Riska bisa ketemu lagi dengan kedua orangtuanya,” pungkas Ispurwanto.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MASIH CARI PEMAIN MUDA – Liga 1 Mundur, PSS Ubah Program

SLEMAN (MERAPI) - PT LIB selaku operator Liga 1 kembali inkonsisten. Liga 1 yang awalnya dijadwalkan 8 Mei 2019 diundur

Close