Ratusan Warga Berobat Gratis di Atas Kereta

Kegiatan pengobatan gratis berikut pemberian kacamata gratis oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

SENTOLO (MERAPI) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menggelar bakti sosial pengobatan gratis di Stasiun Sentolo, Kulonprogo, Selasa (23/4). Menariknya, kegiatan yang dihadiri lebih dari 400 warga Sentolo ini juga dilakukan di atas kereta kesehatan dengan nama Rail Clinic.

Selain pengobatan gratis, dalam kesempatan ini juga diberikan bantuan 50 kacamata gratis kepada siswa SDN 2 Sentolo dan SDN 3 Sentolo, serta dilakukan pemberian bantuan peralatan olahraga dan peralatan kebersihan kepada pihak sekolah. Executif Vice President PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto mengatakan, bakti sosial yang digelar merupakan bentuk kepedulian pihaknya kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur perkeretaapian. Dirinya berharap, kegiatan tersebut bisa berujung pada peningkatan kesehatan masyarakat.

“Kami juga berharap, masyarakat lebih mencintai kereta api dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api,” katanya.

Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto menambahkan, Rail Clinic yang digunakan merupakan generasi keempat yang terdiri dari dua gerbong layanan kesehatan dan dua gerbong untuk ruang perpustakaan. Untuk gerbong layanan kesehatan, disediakan pelayanan tingkat pertama meliputi pemeriksaan umum, gigi, cek kehamilan dan mata. Ada pula ruang khusus laboratorium dan pelayanan kefarmasian.

“Dalam pelayanan kesehatan ini, kami bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Sentolo serta melibatkan tim medis dari internal PT KAI,” ungkapnya.

Sebelum Stasiun Sentolo, lanjut Eko, PT KAI telah menggelar pengobatan gratis di Stasiun Wojo dan Delanggu. Kemudian pada 25 April besok, kegiatan yang sama dijadwalkan digelar di Stasiun Ceper Klaten. Pihaknya bahkan telah menggelar pembagian sembako gratis kepada warga kurang mampu.

Menanggapi pelaksanaan program CSR PT KAI Daop 6, Camat Sentolo, Widodo menyampaikan terimakasih atas kepedulian kepada warga termasuk anak-anak yang mendapat bantuan kacamata. Pihaknya berharap, program tersebut bisa terus berlanjut.

“Ini program baik yang tepat sasaran. Sebab, Sentolo merupakan kecamatan termiskin ke dua di Kulonprogo. Angka kemiskinannya mencapai 20 persen,” ungkap Widodo.

Sementara salah satu penerima bantuan kacamata, Amanda (10), sebelumnya sulit berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah menerima bantuan, dia berharap bisa lebih fokus dan rajin belajar. (Unt)

Read previous post:
Warga Moyudan Bikin Inovasi Stagen

KAIN stagen yang dulunya hanya digunakan untuk kemben, kini bisa memiliki fungsi lain. Mulai dari tas, dompet, gelang hingga peci.

Close