PANTAUAN UJIAN SD DAN SMP DI SLEMAN: Seluruh Siswa Bisa Ikut Ujian Nasional

MERAPI-ISTIMEWA Sri Muslimatun memantau UNBK di SMPN 3 Gamping.
MERAPI-ISTIMEWA Sri Muslimatun memantau UNBK di SMPN 3 Gamping.

GAMPING (MERAPI) – Sebanyak 15.771 siswa SD/MI mengikuti Ujian Sekolah Bersandar Nasional (USBN) sedangkan jenjang SMP/MTs, 15.001 siswa ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di hari pertama pelaksanaan ujian tersebut, Senin (22/4), tak satu pun siswa yang berhalangan mengikuti ujian. Seluruh peserta ujian baik SD/MI ataupun SMP/MTs dapat mengikuti ujian dengan baik sebagaimana mestinya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi kinerja seluruh pihak terkait, sehingga ujian dapat terlaksana dengan lancar. Menurutnya pelaksanaan ujian tahun ini relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Saya lihat pelaksanaan ujian tahun ini lebih sempurna dari tahun-tahun sebelumnya. Ini sangat mungkin, karena kita juga belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu,” kata Muslimatun disela-sela melakukan pantauan USBN di SDN 1 Demak Ijo dan UNBK di SMPN 3 Gamping, Senin (22/4).

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini dan Asisten Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Suyono.

Dijelaskan Muslimatun, fasilitas ujian telah disiapkan baik dari segi jumlah maupun kondisi yang dibutuhkan. Hal tersebut menurut Sri Muslimatun sangat penting demi kelancaran pelaksanaan ujian dan ketenangan para siswa dalam melaksanakan ujian.

“Tadi di SDN 1 Demak Ijo ada 63 siswa dibagi dalam empat ruangan. Ujian dapat berjalan tenang dan lancar. Sedangkan di SMPN 3 Gamping ini ada 182 anak. Semua komputernya siap dipakai baik jumlah atau kondisi komputernya. Bahkan ada komputer cadangan,” ucap Muslimatun.

Pada kesempatan tersebut, Sri Wantini melaporkan bahwa sampai saat ini belum ada kendala yang berarti pada pelaksanaan ujian jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun ini. Meski begitu, dia mengakui ada beberapa MTs dan SMP yang tidak dapat melaksanakan ujian di sekolahnya sendiri, namun harus menumpang di sekolah lain. Hal tersebut terjadi karena jumlah siswanya sedikit, sehingga untuk melaksanakan ujian diharuskan bergabung dengan sekolah lain.

“Jadi bukan karena komputernya tidak siap. Tetapi ada beberapa MTs yang jumlah siswanya sedikit sehingga harus menumpang di sekolah lain. Ada juga SMP Muhammadiyah di Prambanan melaksanakan ujian di SMK yang sangat berdekatan dengan sekolahnya. Selain itu sampai detik ini tidak ada lagi kendala. Semua lancar,” kata Sri Wantini.

USBN dilaksanakan mulai 22-24 April 2019, sedangkan UNBK dilaksanakan mulai 23-25 April 2019. Ada empat mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. (Awn/Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Karanganyar Berangkatkan 28 Atlet Popda Jateng Tingkat SMA

KARANGANYAR (MERAPI) - Tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Karanganyar memberangkatkan 28 atlet usia SMA/SMK/sederajat untuk mengikuti ajang tersebut

Close