Puluhan WNA Ngaku Penegak Hukum “Peras’Pejabat Nakal dari Negara Asal

Puluhan WNA penipu dan barang bukti alat kumunikasi. (Merapi/Sukaryono)
Puluhan WNA penipu dan barang bukti alat kumunikasi. (Merapi/Sukaryono)

SEMARANG (MERAPI) – Aksi penipuan maupun pemerasan dari jarak jauh antarnegara melibatkan orang asing yang tiggal di Semarang dengan sasaran pejabat nakal dari negara asalnya, seperti tidak pernah surut. Kali ini, telah diungkap dengan diringkusnya 40 orang WNA, enam di antaranya wanita di sebuah rumah mewah di Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11, Semarang.

Ke-40 WNA itu terdiri 28 asal Cina dan 12 orang warga Taiwan dan 11 di antaranya buronan interpol. Sebelum melalang ke Indonesia, puluhan komplotan penipu dengan sasaran pejabat nakal di negara asalnya telah beraksi di Jepang. Juga disita barang bukti di antaranya 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah dan beberapa peralatan komputer.

“Mereka sebelum ke Indonesia terlebih dulu beraksi di Jepang. Kemudian, ke Indonesia tinggal di Bali dan terakhir di Puri Anjasmoro, Semarang hingga tertangkap”, ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, Senin (22/4) di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Krapyak, Semarang Barat.

Menurut Kombes Hendra modus yang dilakukan yaitu menggunakan sarana internet untuk melakukan panggilan telepon dengan fasilitas Voice Over Internet Protocol (VOIP) dan menggunakan aplikasi Skype untuk menghubungi target. Adapun, target pejabat nakal di Taiwan. Para pelaku dalam aksi berbagai tugas ada yang berperan sebagai polisi, jaksa maupun hakum. Para pejabat nakal di negara asalnya Taiwan ditelepon dari Semarang dengan berlagak ingin membantu kasusnya tidak diusut dengan imbalan sejumlah uang. Dan, untuk meyakinkan target yang dijadikan sasaran, pelaku misalnya mengaku sebagai jaksa dalam menangani kasus calon korban akan berhubungan dengan pihak hakim. Dan, calon korban lewat telepon disuruh menghubungi hakim, yang ternyata komplotan penipu sendiri.

“Jadi, para pelaku dalam aksinya berpura-pura sebagai penegak hukum yang menghubungi target yang berada di Cina dan Taiwan dan menginformasikan bahwa target (korban) terlibat pidana dan dibuktikan dengan surat dari penegak hukum. Pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menghapus catatan itu bila korban menstransfer uang”, tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Sutrisman mengatakan puluhan WNA itu melakukan berbagai pelanggaran terkait dokumen seperti paspor dan izin tinggal. Dam terungkapnya ulah mereka yang beraksi di Semarang disebutkan setelah adanya
kecurigaan pihak keimigrasian banyak WNA Taiwan dan China yang usianya muda datang ke Semarang. Yang kemudian ditelusuri hingga ditemukan rumah mewah di Puri Anjasmoro yang jadikan sarang penipuan sejak sebulan terakhir. Sebelumnya, tahun 2017 tepah terungkap masus sama melibatkan orang asng yang sebagaian besar dari Taiwan di rumah kontrakan berlantai dua di kawasan Candisari, Semarang. Para pelaku yang ditagkap dalam suatu penggrebekan disertai barang bukti alat komunikasi ponsel, telepon rumah, laptop saat itu sebelum dideportasi diboyong ke Mabes Polri. (Sky)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ayo Kunjungi Festival Barongsai 2019, Jangan Lupa Bawa Pulang Batik Karimun

TANJUNG BALAI KARIMUN (MERAPI) – Pelaksanaan Festival Barongsai 2019 sudah semakin dekat. Kalian yang ingin kesana disarankan membeli Batik Karimun

Close