EENG DAN RISMAN UNGKAP ALASAN MUNDUR – Laskar Mataram ‘Rasa Padjadjaran’

YOGYA (MERAPI) – Tak seperti musim sebelum-sebelumnya, PSIM Yogya melakukan gebrakan yang mengejutkan dalam persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2019. Krisis finansial tak lagi jadi persoalan bagi PSIM dengan datangnya investor bernama Bambang Susanto yang kemudian diplot mengisi Caretaker PT PSIM Jaya.

Skuad Laskar Mataram pun kini seolah berbeda dari nuansa sebelumnya. Aroma kental para pemain dan pelatih dari Bogor FC mulai terasa. Selain tak adanya tim pelatih pada musim lalu, baik Erwan Hendarwanto, Bagyo Irianto, Ananto Nurhani, Bona Simanjuntak dan Didik Wisnu, keberadaan 9 pemain musim lalu belum bisa digaransi masuk skuad utama.

Dari 9 pemain musim lalu yang direkomendasikan, dua pemain memilih mundur, yakni Supriyadi ‘Eeng’ dan Risman Maidullah. Keputusan mundur dua pemain yang membawa PSIM bertahan di Liga 2 setelah berjuang dari minus 9 poin di awal musim tersebut, ternyata bukan perkara nilai kontrak yang disodorkan oleh manajemen.

“Saya dan Risman di sini ingin mengklarifikasi terkait alasan kami mundur dari tim. Sebelum melihat kontrak yang ditawari manajemen, saya sudah merasa tidak nyaman di tim. Ini bukan PSIM yang saya kenal, ini Laskar Mataram tapi rasa Padjadjaran,” ungkap Eeng didampingi Risman saat ditemui Merapi di Yogya, Sabtu (20/4) lalu.

Disebutkan pemain asal Jawa Timur tersebut, dirinya tak hanya merasa tidak nyaman dengan keberadaannya di tim yang dianggapnya ‘asing’. “Ini tak seperti yang kami bayangkan di awal sebelum kedatangan kami. Saat ditelpon untuk kembali ke PSIM, saya tak pikir panjang dan langsung berangkat. Saya tahunya masuk tim dengan komposisi yang hampir sama dengan musim lalu, tinggal ditambah pemain baru. Tapi ini saya merasa jadi pemain baru, karena pemain lain yang sudah ada merupakan skuad Bogor FC,” keluhnya.

Bahkan, ketika menjalani pemusatan latihan atau traning camp (TC) di Hambalang, Bogor, Supriyadi merasa sakit hati dengan sikap Pelatih PSIM, Vladimir Vujovic. “Ada perkataan dari Coach Vlado yang membuat saya tersinggung. Saya tak bisa menerima itu, yang kemudian membuat saya bulat untuk mundur dari sini. Saya di sini bukan mencari materi, tapi lebih pada kekeluargaan yang dibangun sejak dua tahun lalu. Kalau mau cari materi, saya sebenarnya sudah ditawari beberapa klub lain. Saya juga ingin berterima kasih kepada suporter karena dukungan yang diberikan pada musim lalu sehingga PSIM bisa bertahan, itu hal luar biasa bagi saya sehingga membuat saya ingin kembali di sini,” paparnya.

Ketika ditanya kemungkinan untuk kembali memperkuat PSIM lagi pada kesempatan yang akan datang, Eeng dengan tegas siap untuk kembali. “Jika kondisinya berbeda, tidak seperti saat ini, tentu saya siap kembali ke PSIM. Saya di sini sudah seperti keluarga dengan pemain maupun pelatih yang dulu. Tapi kalau untuk musim ini, adanya investor saya seperti orang baru di sini,” bebernya.

Hal senada disampaikan Risman terkait alasan ia mundur dari PSIM. “Setiap pemain butuh jam terbang. Saya tak masalah jika ada pemain lain di posisi yang sama di PSIM. Namun tidak seperti ini caranya. Saya gabung di sini ketika tim ternyata sudah mempersiapkan skuad sejak 3 bulan sebelumnya. Ini adalah tim Bogor FC yang kemudian berganti nama jadi PSIM. Saya merasa tak nyaman jika terus bertahan di sini,” akunya.

Dikatakan pemain bek kiri tersebut, ketika disodori kontrak, ia sempat ditawari opsi untuk peminjaman ke klub lain. “Ada gunanya pemain lama dipertahankan jika ujung-ujungnya cuma dipinjamkan. Saya ke sini karena sudah ada kesepakatan lisan untuk bermain di PSIM. Tak masalah jika ada pesaing, kita bersaing dengan sehat. Saya siap menampilkan kualitas saya. Saya juga sudah buktikan musim lalu bisa jadi pilihan Coach Erwan,” katanya.

Apa yang dialami Supriyadi dan Risman tersebut hampir sama dengan asisten pelatih Erwan Hendarwanto yang juga sudah memilih mundur. Namun, ketika dimintai tanggapan terkait mundurnya dua pemain tersebut, Erwan menyebut jika keputusan tersebut murni dari pemain tanpa ada pertimbangan dari dirinya.

“Sebenarnya sejak awal kedatangan investor ini memang kondisinya berbeda. Saya pribadi merasa tidak nyaman. Mungkin dua pemain yang mundur juga merasa demikian. Saya tak memiliki kapasitas ketika pemain mau mundur atau tetap bertahan karena itu hak dari manajemen ketika negosiasi kontrak. Memang ketika pemanggilan pemain lama juga saya sudah menyampaikan bahwa ketika ada investor, harapannya tinggal menambah pemain. Bukan malah seperti saat ini, pemain lama jadi tambahan di tim yang sebelumnya sudah terbentuk sejak 3 bulan lalu,” tuturnya.

Meski demikian, Erwan menyikapi dengan bijak apa yang menjadi dinamika dalam sebuah klub profesional. “Pemain dan pelatih datang dan pergi itu sebuah hal yang wajar dalam sepakbola profesional. Ya itu dinamikanya. Dengan siapa pun PSIM berjuang, nama di punggung itu tidak lebih besar dibandingkan logo tugu di dada. Saya harap suporter dan pecinta PSIM masih terus bersedia mendukung tim kebanggaannya dengan pemain dan pelatih siapa pun di dalamnya,” pesannya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Serunya Long Weekend Ditemani Kuliner Pasar Karetan

KENDAL (MERAPI)- Menghabiskan long weekend di Pasar Karetan, Kendal Jawa Tengah (Jateng) memang mengasyikkan. Apalagi berbagai kuliner ajib khas Pasar

Close