PELEPASAN SANTRI KB/TKA NAD TAHUN 2018/2019-Tampilkan Drama Musikal Lestarikan Hutan

Penampilan para santri KB/TKA NAD Kotagede saat pelepasan santri kelompok B yang dimeriahkan dengan drama musikal. (MERAPI-ISTIMEWA)

SEBANYAK 51 santri Kelompok TK B dari Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak Aisyiyah (KB/TKA) Nyai Ahmad Dahlan (NAD) Kotagede mengikuti pelepasan santri tahun pelajaran 2018/2019 di convention hall Universitas Islam Indonesia (UIN) Yogyakarta Sabtu (20/4). Para santri tersebut telah lulus dan cukup umur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Pelepasan santri ini adalah pengembalian kembali anak-anak ke orangtua wali setelah selama ini dititipkan belajar dan bermain di KB/TKA NAD sampai kelas B. Sekarang mereka sudah siap melanjutkan jenjang SD,” kata Kepala Sekolah KB/TKA NAD Kotagede Nawarol Muniroh, kemarin.

Menurutnya pelepasan santri kelompok B KB/TKA NAD tahun 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya yang dikemas dengan prosesi wisuda. Sedangkan pada tahun ini pelepasan santri tersebut tidak menggunakan prosesi wisuda karena kebijakan Pimpinan Aisyiyah. Namun tetap ada prosesi penyerahan kembali ke orangtua wali siswa secara simbolik.

Dari segi jumlah santri kelompok TK B yang dilepas tahun ini lebih sediki dibandingkan tahun lalu mencapai 70 santri. Dia menyebut masih ada 16 santri yang akan melanjutkan belajar kembali di TK B karena dari segi usia belum mencapai umur 7 tahun.

“Para santri yang dilepas ini secara usia sudah siap masuk ke SD. Tapi secara kemampuan tiap santri berbeda-beda. Setiap anak-anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing,” tambahnya.

Namun pihaknya memastikan para santri lulusan KB/TKA NAD Kotagede memiliki keunggulan lebih pada sisi hafalan surat-surat pendek, perilaku keagamaan yang bagus dan pembiasaan hidup mandiri. Sebagian santri diakuinya sudah ada yang mampu memahami bacaan, tapi ada juga yang belum. Meski demikian hal itu diharapkan tidak menjadi kekhawatiran karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

“Kami harap pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan di TK NAD bisa diteruskan orangtua di rumah sehingga tidak hilang,” ujar Nawa seraya mengatakan kegiatan itu juga dihadiri oleh UPT Korwil wilayah Yogakarta timur, pengawas TK dan penilik KB, Pimpinan Cabang Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah.

Setelah prosesi pelepasan santri kelompok TK B, acara dimeriahkan dengan pentas drama musikal dari para santri kelompok TK A dan KB dari KB/TKA NAD Kotagede. Drama musikal yang ditampilkan anak-anak bertema Lestarikan Hutanku. Anak-anak menggunakan kostum lucu-lucu bertema hutan dan tampil dengan tarian-tarian. Para orangtua anak-anak juga antusias hadir menyaksikan penampilan pentas drama musikal tutup tahun KB/TKA NAD Kotagede.

Dia menyatakan tema lestarikan hutanku dipilih karena melihat banyak sekali terjadi kerusakan hutan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Oleh sebab itu anak-anak juga diajak untuk menanam pohon kembali dan melestarikan hutan.

“Lewat drama musikal itu kami ingin menyampaikan pesan ke anak-anak kondisi hutan ada penebangan liar dan pemburu liar sehingga hutan rusak dan habitat binatang bisa terganggu. Kami ajak anak-anak untuk memahami pentingya menanam kembali dan melestarikan hutan,” pungkas Nawa. (Tri)

Read previous post:
Pemain Bima Perkasa, Yanuar Dwi Kembali Masuk Timnas

SLEMAN (MERAPI) - Penampilan apik kapten tim basket Bima Perkasa Yogyakarta, Yanuar Dwi Priasmoro, selama babak reguler dan playoff Indonesia

Close