Persiapan Jelang Ramadan, Pemenuhan Gas 3 Kilogram Dijamin

Ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemkab Sukoharjo melakukan persiapan pemenuhan elpiji khususnya 3 kilogram dalam menghadapi Puasa Ramadan dan Lebaran. Pemerintah menjamin kebutuhan masyarakat setelah stok yang ada melimpah. Jaminan juga diberikan berkaitan dengan harga jual tidak akan melebihi ketentuan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Jumat (19/4) mengatakan, persiapan pemenuhan elpiji 3 kilogram dalam menghadapi Puasa Ramadan dan Lebaran sudah dilakukan sejak sekarang. Sebab pada momen tersebut permintaan bahan bakar gas bersubsidi mengalami peningkatan signifikan dari masyarakat. Apabila tidak dipersiapkan maka dikhawatirkan bisa terjadi gejolak seperti kelangkaan barang dan kenaikan harga di luar kendali.

Bentuk persiapan yang sudah dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo dengan berkoordinasi melibatkan SPBE, Hiswana Migas Surakarta, agen dan pangkalan gas. Mereka dilibatkan untuk mengetahui kesiapan masing masing pihak dalam membantu kelancaran penyediaan barang, distribusi dan harga jual.

Di Sukoharjo sendiri diketahui ada sebanyak 13 agen dan 1.134 pangkalan gas tersebar di 12 kecamatan. Mereka memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan elpiji 3 kilogram untuk masyarakat termasuk saat Puasa Ramadan dan Lebaran.

“Elpiji 3 kilogram ini untuk warga masyarakat miskin karena merupakan barang bersubsidi dari pemerintah. Persiapan pemenuhan kebutuhan selama Puasa Ramadan dan Lebaran sudah dilakukan bersama dan diharapkan nanti bisa terpenuhi semua,” ujarnya.

Sutarmo menambahkan, kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar tujuh persen dibandingkan tahun 2018. Kenaikan dilakukan karena adanya peningkatan konsumsi rumah tangga khususnya dari masyarakat miskin. Petugas akan melakukan pengetatan pengawasan agar penggunaan gas bersubsidi tersebut tidak disalahgunakan.

Kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo sudah turun dan diketahui ada kenaikan pada tahun 2019 sebesar tujuh persen. Pada tahun ini elpiji yang diterima sebanyak 10.471.808 tabung. Sedangkan alokasi tahun 2018 lalu hanya sebesar 9.786.736 tabung. Kepastian kuota tersebut diketahui setelah ada informasi dari PT Pertamina kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo beberapa waktu lalu.

Adanya tambahan kuota gas 3 kilogram sekarang sebesar tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya sangat melegakan. Sebab hal itu juga sesuai dengan harapan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Kenaikan kuota diharapkan karena adanya tambahan konsumsi elpiji di masyarakat. Apabila tidak diimbangi dengan kenaikan kuota maka dikhawatirkan bisa berdampak buruk dengan adanya kelangkaan gas 3 kilogram.

Kenaikan kuota sebesar tujuh persen untuk Kabupaten Sukoharjo sudah diperhitungkan oleh PT Pertamina. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo berharap adanya tambahan kuota bisa memenuhi semua kebutuhan khususnya masyarakat miskin.

“Kuota gas 3 kilogram untuk Sukoharjo ada kenaikan dari PT Pertamina sebesar tujuh persen dan kami harap semua mampu memenuhi kebutuhan masyarakat miskin,” lanjutnya.

Penyaluran gas 3 kilogram setelah ada kenaikan kuota sebesar tujuh persen sudah terlaksana sejak awal Januari 2019 kemarin. Petugas terus melakukan pemantauan distribusi elpiji dari atas sampai bawah. Artinya mulai SPBE, agen, pangkalan dan pengecer dipantau oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo secara ketat dengan melibatkan sejumlah pihak terkait termasuk aparat keamanan.

Petugas sengaja melakukan pengetatan pengawasan distribusi gas 3 kilogram di lapangan untuk menghindari terjadinya pelanggaran baik distribusi dan penggunaanya. Hal itu dilakukan mengingat elpiji tersebut merupakan barang bersubsidi dan penggunaanya terbatas khusus untuk masyarakat miskin.

Ketentuan penggunaan tersebut harus dipenuhi oleh semua pihak dan tidak boleh disalahgunakan. Apabila terjadi pelanggaran maka pelakunya akan mendapatkan sanksi berat sesuai dengan ketentuan berlaku.

Sosialisasi juga sudah dilakukan petugas kepada agen, pangkalan dan pengecer berkaitan sistem penyaluran dan penjualan gas 3 kilogram. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan penerima, pengguna atau pembeli elpiji bersubsidi harus tepat sasaran yakni masyarakat miskin. (Mam)

Read previous post:
Honor KPPS Segera Dibayar

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, akan segera membayarkan honor kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), yang sampai

Close