EENG DAN RISMAN MUNDUR, 5 PEMAIN ‘DEAL’ – Tak Ikut TC di Bogor, Erwan Mundur

YOGYA (MERAPI) – Gonjang-ganjing di dalam skuad PSIM Yogya menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2019 mulai muncul. Adanya investor baru di tubuh skuad Laskar Mataram ternyata tak sepenuhnya membantu proses persiapan tim dalam mengarungi kompetisi baru. Jika pada musim-musim sebelumnya sering terkendala masalah finansial, kini hal tersebut sepertinya sudah teratasi tapi masalah baru justru muncul.

Datangnya Bambang Susanto sebagai penanam modal di PT PSIM Jaya, langsung membawa namanya didapuk menjadi caretaker CEO. Kewenangan dalam membentuk tim seolah menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari pengusaha dari Jakarta tersebut. Setelah menunjuk Vladimir Vujovic sebagai juru taktik, gebrakan dilakukan manajemen baru dengan mendatangkan Raphael Maitimo. Tak hanya itu, boyongan pemain dari Bogor FC dilakukan, termasuk membawa kembali Hendika Arga Permana yang sempat mengumumkan pensiun dini.

Ketika suporter dan pandemen PSIM seakan dibawa terbang tinggi dengan hasrat berupa target promosi, ternyata kondisi di internal tim mengalami gonjang-ganjing yang tak bisa dibendung. Pemanggilan 8 pemain lama yang kemudian dibawa pemusatan latihan atau training camp

di Bogor, ternyata tak diikuti oleh sang arsitek lama Erwan Hendarwanto, yang kini diplot menjadi asisten pelatih Vladimir Vujovic.

Erwan memilih untuk tidak ikut serta pada program TC di Bogor dan masih berada di Yogya. Menanggapi hal itu, Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru menegaskan bahwa Erwan sebenarnya masih dipertahankan oleh manajemen karena peranannya penting untuk membantu pelatih kepala. “Erwan jelas dipertahankan karena dia yang nantinya akan membantu Coach Vlado membentuk tim. Erwan kan sudah mengenal karakter pemain-pemain lama, terlebih dia juga sudah lama di PSIM sehingga tahu betul permainan yang dibangun di tim,” terangnya.

Meski demikian, Agung kurang mengetahui alasan Erwan akhirnya tak jadi berangkat ke Bogor bersama para pemain sejak Sabtu (13/4) lalu. “Saat pemain berangkat dari Stasiun Tugu, Erwan sudah ikut dalam rombongan. Namun saya sendiri kurang tahu kenapa akhirnya dia tidak jadi ikut. Hingga saat ini pun belum ada penjelasan terkait keputusannya itu,” bebernya.

Sementara itu, sambil melakukan persiapan menghadapi kompetisi, 5 pemain lama yang mengikuti TC akhirnya menyepakati kontrak yang disodorkan oleh manajemen pada Jumat (19/4). Adapun 5 pemain itu meliputi Fandy Edy, Edo Pratama, Pratama Gilang Ramadan, Ivan Febrianto serta Hendri Satriadi. Kelima pemain itu menyusul Raymond Tauntu yang sudah lebih dulu deal. Sedangkan dua pemain lama, Supriyadi ‘Eeng’ dan Risman Maidullah memilih mundur dari tim dan pulang ķe daerahnya masing-masing. Sementara Yoga Pratama belum ada pembicaraan kontrak karena masih ingin fokus urusan studi di Yogya.

“Fandy, Edo, Gilang, Ivan dan Hendrico sudah deal. Supriyadi dan Risman memutuskan mundur dan sudah pamit, alasannya karena keluarga. Saya kurang tahu pastinya karena saat awal datang ke Yogya sebelun TC di Bogor sudah ada kesepakatan lisan dengan saya. Nah, ketika sudah di Bogor, saya kurang tahu kok malah pamit mau pulang tidak tandatangan kontrak,” ungkap Agung.

Adanya investor baru tersebut ternyata tidak serta merta menjawab harapan semua pihak yang menginginkan PSIM berprestasi. Ketika investor datang, terdapat beberapa hal yang mungkin kurang dianggap pas sehingga membuat beberapa pihak memutuskan untuk tidak bersama tim yang berdiri sejak 1929 tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Erwan Hendarwanto membenarkan jika dirinya tak ikut ke Bogor. Mengenai alasan ia turut serta dalam program TC tersebut, Erwan mengaku jika dirinya tidak satu visi dengan manajemen baru serta pelatih kepala. “Saat latihan terakhir di AAU sebenarnya saya sudah sampaikan ke manajemen terkait rencana saya untuk tidak ambil bagian di PSIM musim ini. Saya menghargai upaya manajemen untuk bekerjasama tapi ada hal-hal yang tidak satu visi dengan saya. Daripada saya tidak nyaman, lebih baik saya mundur dan sudah saya sampaikan saat mengantar pemain di Stasiun Tugu,” tutur pria yang sudah bergabung di tim pelatih PSIM sejak 2013 itu.

Terkait langkah selanjutnya, Erwan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “Setelah saya pamitan ke manajemen pada Sabtu (13/4) malam itu, belum ada komunikasi lagi dengan manajemen. Apakah saya masih masuk tim atau tidak, saya tidak tahu. Namun yang jelas saya sudah pamit ke manajemen. Harapan saya, pemain musim lalu yang bertahan, bisa mengantar sukses PSIM musim ini. Mohon maaf jika ada salah saya selama bergabung di PSIM selama ini,” katanya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tim Pelatih PSS Berharap Kepolisian Melunak

SLEMAN (MERAPI) - Pelatih kepala PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro khwatir Bagus Nirwanto dan kawan-kawan tidak akan mendapat lawan uji coba

Close