Tim Pelatih PSS Berharap Kepolisian Melunak

SLEMAN (MERAPI) – Pelatih kepala PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro khwatir Bagus Nirwanto dan kawan-kawan tidak akan mendapat lawan uji coba lantaran tidak mendapat izin kepolisan. Padahal dengan waktu kick off

yang kian dekat, Seto melihat tim sangat membutuhkan uji coba melawan tim satu level atau minimal dari Liga 2. Ia pun terus mencari tim di luar Pulau Jawa yang kepolisannya bisa menjamin kemanan dan kenyamanan agar bisa diajak uji coba.

“Ini kami masih mencari tim karena kalau pilihannya ke luar Jawa ya sudah mau bagaimana lagi. Kami berharap pihak kemanan bisa melunak, mau tanpa penonton atau tertutup juga tidak apa-apa karena jujur saja tim masih butuh uji coba. Kemarin kan sudah lawan tim lokal, sekarang saatnya lawan selevel atau Liga 2,” harap Seto Jumat (19/4) kemarin.

Sebenarnya PSS mendapat banyak ajakan uji coba di Stadion Maguwoharjo. Setelah Badak FC dan PSIS Semarang yang dipastikan gagal beruji coba, PSS juga mendapat ajakan dari tim Liga 2 Sriwijaya FC. Sayang manajemen menolak ajakan dari Sriwijaya FC lantaran pihak kepolisian juga tidak memberi izin keramaian meski ada opsi pertandingan dilakukan secara tertutup. Andai Sriwijaya bisa menjamin bahwa izin keramaian di Sumatera Selatan, Seto sendiri tidak mempermasalahkan harus bertandang ke sana. “Intinya sekarang ini sudah tahap uji coba dan kalau harus ke luar Jawa saya tegaskan tidak masalah,” sambung pelatih asal Kalasan ini.

Persiapan tim memang sudah memasuki tahap uji coba karena telah sesuai dengan program yang telah tim pelatih agendakan. Apalagi dalam uji coba rencananya Seto mau melihat bagaimana reaksi empat legiun asing: Alfonso de La Cruz, Brian Fereira, Guilherme Batata, dan Yevhen Bokhasvili dalam laga taktikal. Pasalnya dalam uji coba melawan tim lokal, hanya Alfonso dan Brian yang sudah bermain bersama Bagus Nirwanto dan kawan-kawan. “Saya mau sekali memainkan keempatnya untuk melihat bagaimana adaptasinya dengan pemain lokal,” sambungnya.

Uji coba bagi tim pelatih adalah cara cepat menyatukan kerjasama antarpemain, terutama empat pemain asing. Seto yakin keempatnya sebenarnya tidak kesulitan dalam beradaptasi namun lewat uji coba pelatih yang bakal berlisensi AFC Pro ini ingin lebih memastikan sejauh mana empat peluru asing Laskar Sembada menunjukkan kemampuan mereka. Wajar bila Seto ngotot ingin menggelar uji coba meski terhadang efek Pilpres. “Mereka kan belum pernah main di Indonesia, ada waktu di mana kami gunakan untuk memoles mereka yaitu dalam latihan dan uji coba. Bagaimana cara kerjanya dan mendapatkan chemistry yang cepat dengan pemain lain serta beradaptasi dengan sepakbola Indonesia,” tegas Seto.

Mengenai kritikan komposisi pemain PSS di mana kuantitas pemain tengah jauh lebih banyak dibanding lini lainnya, pelatih yang semasa bermain memperkuat Timnas Indonesia punya pandangan sendiri. Ia yakin bahwa lini tengah adalah kunci bagi formasi 4-3-3. Ia butuh tiga gelandang tangguh yang tak hanya bisa berperan mengatur serangan namun juga bertahan. Banyaknya gelandang membuat Seto mudah memilih pemain untuk mengakomodasi keinginan itu apalagi dengan musim kompetisi yang panjang. Saat ini posisi gelandang diisi Wahyu Sukarta, Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, Suhandi, Nerius Alom, Dave Mustaine, Haris Tuharea, Brian Fereira, dan Guilherme Batata. “Memang saya akui gelandang menumpuk. Tapi dalam sepakbola, terutama formasi saya di sanalah kuncinya, di sektor tengah,” tegas Seto. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Yuk Ke Festival Crossborder Nunukan, Jangan Lupa Mampir Ke Krayan

NUNUKAN (MERAPI)- Pelaksanaan Festival Crossborder Nunukan sudah dekat. Event yang akan dilangsungkan di GOR Dwikora, Nunukan, akan dihelat 27-28 April.

Close