Polda DIY OTT Dugaan Politik Uang Jelang Coblosan

MERAPI-TRI DARMIYATI Komisioner Bawaslu DIY memberikan keterangan terkait hasil pengawasan dan dugaan politik uang.
MERAPI-TRI DARMIYATI Komisioner Bawaslu DIY memberikan keterangan terkait hasil pengawasan dan dugaan politik uang.

KOTAGEDE (MERAPI)- Jelang coblosan, petugas Polda DIY dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mendapati sejumlah laporan adanya dugaan praktik politik uang, Selasa (16/4). Polda DIY menindaklanjuti dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Sleman, sementara Bawaslu melakukan klarifikasi laporan money politics di wilayah Danurejan, Yogya.
Namun hingga Rabu (17/4), belum ada kejelasan detail mengenai temuan itu dan tindak lanjutnya. Sementara terkait OTT di Sleman, Bawaslu DIY menyerahkan temuan tersebut ke Polda DIY karena dianggap sebagai pihak berwenang yang menemukan.
“Adanya kabar kami Bawaslu melakukan OTT, itu tidak benar. OTT yang melaksanakan kepolisian dari hasil patroli Polda DIY. Polisi menemukan ada mobil yang dicurigai membawa sejumlah uang dengan dugaan untuk money politics,” kata Komisioner Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu DIY, Rabu (17/4).

Dia menyatakan hasil temuan Polda DIY tersebut lalu dikoordinasikan ke Bawaslu DIY bersama kejaksaan. Termasuk barang bukti hasil temuan Polda DIY juga ditunjukkan dan kini berada di Bawaslu DIY. Bawaslu DIY, lanjutnya, sudah melakukan penelusuran dan klarifikasi. Namun Bawaslu DIY tidak bisa memberikan kejelasan tindak lanjut persoalan tersebut dan menyerahkan ke pihak kepolisian. Alasannya bukan hasil temuan Bawaslu DIY.
“Barang bukti ada di kami sementara karena koordinasi semalam. Tapi secara yuridis ada di Polda. Kami belum bisa menyatakan itu temuan karena bukan temuan kami. Kami belum bisa memberikan keterangan detil karena itu merupakan OTT kepolisian,” tegasnya.
Dia menjelaskan, mengacu aturan pihak yang berhak untuk melapor ke Bawaslu adalah warga negara Indonesia yang memilik hak pemilih, pemantau dan peserta pemilu. Sedangkan pihak kepolisian bukan ketiga dari syarat dan ketentuan itu. Oleh sebab itu Bawaslu DIY tidak bisa menindaklanjuti temuan OTT kepolisian sebagai laporan di Bawaslu.
Selain di Sleman, laporan adanya praktik politik uang juga terjadi di Danurejan ,Yogya. Terkait laporan itu, Sri Rahayu menyampaikan dugaan politik uang dari hasil laporan warga. Namun dugaan politik uang itu belum menjadi temuan Bawaslu karena belum ada cukup bukti.
“Ada laporan warga melihat adanya orang-orang yang membagi-bagikan uang. Kemudian lapor ke Bawaslu Kota Yogyakarta. Lalu Bawaslu Kota Yogyakarta ke TKP dan dilakukan klarifikasi. Belum jadi temuan karena belum ada bukti cukup. Masih dalam penelusuran,” terang Sri.

Secara terpisah Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta Muslimin membenarkan adanya laporan dugaan politik uang tersebut. Namun pihaknya belum bisa menyampaikan detail dugaan politik uang itu. Termasuk modus yang digunakan dalam dugaan politik uang. Dia beralasan masih melakukan pendalaman mengenai dugaan politik uang itu sampai ada bukti yang menguatkan.
“Ada temuan patut diduga politik uang. Temuan pada H-1 di wilayah Kecamatan Danurejan. Tapi kami belum bisa sampaikan lebih detil karena masih melakukan pendalaman sampai P21,” ucap Muslimin.
Di Purworejo, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkukngan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo diduga terlibat politik uang.
Keterlibatan itu karena membantu suaminya yang seorang anggota DPRD Purworejo dan kini maju kembali melalui Pemilu 2019, Rabu (17/4).
“Awalnya kami mendapat laporan, ada calon anggota legislatif (Caleg)
bagi-bagi uang untuk mempengaruhi pemilih, kami bersama Gakkumdu
langsung meluncur ke rumah pelaku, dan didapati pelaku sedang
membagikan uang kepada timnya yang akan disebar ke masyarakat,” kata Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn.
Dari tangan pelaku Bawaslu mendapati sejumlah barang bukti diantaranya
uang tunai Rp 2.750.000, buku catatan dukungan, kartu nama rekomendasi
dan lainnya. “Berbagai barang kukti itu kemudian kami pinjam untuk
proses selanjutnya,” jelas Nur Kholiq.(Tri/Gnr)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Edamame Jadi Camilan Sehat dan Lezat

OLAHAN hasil pertanian cukup beragam. Sebagian cukup diolah secara sederhana sudah bisa menjadi makanan ringan atau camilan sehari-hari. Satu di

Close