Edamame Jadi Camilan Sehat dan Lezat

Demplot budidaya edamame (kedelai Jepang). (MERAPI-SULISTYANTO)

OLAHAN hasil pertanian cukup beragam. Sebagian cukup diolah secara sederhana sudah bisa menjadi makanan ringan atau camilan sehari-hari. Satu di antaranya kedelai Jepang atau sering juga disebut edamame.

Cara mengolahnya bisa cukup direbus seperti merebus kacang kedelai biasa, hasilnya menjadi makanan ringan bercitarasa lezat dan gurih. Bahkan tanpa harus memberi zat pewarna, pemanis maupun pengawet sintetis. Selain itu diyakini mempunyai berbagai manfaat kesehatan, sehingga edamame layak dipilih menjadi camilan yang enak serta menyehatkan.

“Edamame memang mirip dengan kacang kedelai, namun ada sejumlah perbedaan terutama pada ukurannya, sebab edamame memiliki ukuran ataupun bentuk lebih besar dibanding kacang kedelai biasa,” ungkap salah staf Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Bayu B kepada Merapi, baru-baru ini.

Dengan berbagai keunggulan edamame, sebutnya, kian banyak petani di Indonesia membudidayakan edamame. Selain soal cita rasa, keluarga kacang-kacangan ini juga diyakini mempunyai kandungan protein tinggi. Bahkan di Amerika, edamame dikategorikan sebagai healthy food.

Pasalnya, dengan rutin mengkonsumsi edamame akan mendukung kesehatan, termasuk di antaranya bisa sebagai anti kolesterol tinggi serta dapat berperan menstabilkan gula darah di dalam tubuh.

“Mengingat ada banyak manfaat dari edamame, kami mempunyai demplot budidaya edamame,” bebernya.

Ketika ada pelatihan untuk masyarakat seputar kedelai Jepang, peserta akan mendapat ilmu teori dan praktik budidayanya. Tak kalah penting dengan adanya demplot terkait budidaya edamame, akan mendukung semakin banyaknya masyarakat bisa kian tahu dan merasakan manfaat kesehatan dari buah pir. Adapun panenan edamame jika ingin direbus, bisa dilakukan saat umur 65 hari setelah tanam bibit. Panen dilakukan dua hari sekali, tidak sekaligus habis. Untuk panen polong yang sudah masak penuh, panen bisa dilakukan saat tanaman berumur 90 – 100 HST. Biasanya panen polong masak dilakukan untuk menghasilkan benih siap tanam. Biasanya panen polong muda bisa mencapai 7,5 ton per hektar.

Ditambahkan Bayu, hasil panenan edamame dapat dikelompokkan menjadi sejumlah kelas mutu atau grade. Kualitas super atau grade A antara lain memiliki ciri-ciri, warna polong hijau tua, polong berisi penuh berisi tiga biji dan kulit polongnya halus. Kelas premium atau grade B, cirinya antara lain setiap polong hanya berisi dua biji. Grade selanjutnya, ciri-ciri polong kurang bernas dan warnanya kurang segar.(Yan)


Read previous post:
Debit Air Kecil, PDAM Tangani Keluhan Pelanggan

YOGYA (MERAPI) - PDAM Tirtamarta Yogyakarta memastikan sudah mampu menangani keluhan pelanggan terkait kurangnya debit air terutama pada jam puncak

Close