RAZIA PENEGAKAN DISIPLIN: 4 ASN dan 4 Pelajar SMP Keluyuran di Pasar


MERAPI-BAMBANG PURWANTO. Pelajar yang terjaring razia dilakukan pembinaan.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Pelajar yang terjaring razia dilakukan pembinaan.

WONOSARI (MERAPI) – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul kembali melakukan razia penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) terpadu melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kecamatan Playen dan Wonosari, Senin (15/4). Dalam razia ini, petugas berhasil menjaring 4 orang ASN berstatus guru dan empat pelajar SMP berseragam kedapatan keluyuran di pasar Playen dan nongkrong di warung minuman pada jam kerja.

“Razia akan dilakukan rutin di pusat-pusat perbelanjaan dan fasilitas umum pada jam kerja,” kata Kepala Satuan Pol PP Gunungkidul Drs Dwi Warno Widi Nugroho MSi didampingi Kabid Penegakan Perda Sat Pol PP Sugito di sela razia.

Razia penegakan disiplin tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari komitmen pemerintah kabupaten dalam upaya menciptakan disiplin kerja bagi aparatur negara termasuk ASN dan pelajar. Kepada para ASN maupun pelajar yang terjaring razia langsung dilakukan pembinaan, jika kebiasaan keluyuran pada jam kerja masih dilakukan selain dibina akan diserahkan kepada atasan langsung tempat ASN tersebut bekerja dan akan dikenai sanksi atas pelanggaran disiplin yang dilakukan. Adapun sasaran razia dilakukan di Wonosari dan Playen dari laporan masyarakat kedua kecamatan tersebut diketahui banyak ASN yang keluar kantor maupun sekolah keluar dengan berbagai alasan pergi ke pasar dan pusat perbelanjaan.

Seorang ASN diperiksa tim razia karena keluyuran.
Seorang ASN diperiksa tim razia karena keluyuran.

“Razia tidak hanya dilakukan menjelang pemilu tetapi akan rutin dilakukan,” imbuhnya.

Dari berbagai kasus yang ditemukan menyangkut ketidakdisiplinan ASN yang keluyuran pada jam kerja dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku mengambil pesanan dari sekolah atau kantor, ingin periksa kesehatan dan lain-lain. Seharusnya, bagi seorang ASN jika keluar kantor atau sekolah pada jam kerja harus bisa menunjukkan surat tugas atau surat izin dari kantor tempat ASN tersebut bekerja. Sedang yang memprihatinkan, di pasar Playen, tim menjaring 4 ASN berstatus guru SMA juga SD lengkap dengan mengenakan seragam sekolah keluyuran pada jam kerja.

“Tim kemudian melakukan pendataan sesuai tertera pada KTP dan dilakukan pembinaan berkoordinasi dengan OPD masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Kepada para ASN, Perangkat desa juga para pelajar yang terjaring razia Bupati Hj Badingah S Sos meminta untuk memiliki komitmen disiplin dan jika berhalangan atau ada kepentingan baik bersifat pribadi maupun dinas hendaknya membekali diri dengan surat ijin maupun surat keterangan dari atasan. Budaya disiplin harus tetap terjaga dan diharapkan terhindar dari kebiasaan meninggalkan pekerjaan tanpa alasan yang bisa merugikan masyarakat dan negara.

“Kita berharap seluruh aparatur sipil negara tetap memegang komitmen disiplin,” terangnya.(Pur)

Seorang ASN diperiksa tim razia karena keluyuran.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
650 Anggota Bertugas ke TPS: Layani Pemilih, Polisi Tanpa Senpi

KARANGANYAR (MERAPI) - Personel kepolisian memberlakukan prosedur standar pengamanan secara terstruktur selama bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) pemilu serentak

Close