650 Anggota Bertugas ke TPS: Layani Pemilih, Polisi Tanpa Senpi

Kapolres AKBP Catur Gatot Effendi memeriksa kelengkapan kegiatan pergeseran pasukan ke TPS. (Foto: Abdul Alim)
Kapolres AKBP Catur Gatot Effendi memeriksa kelengkapan kegiatan pergeseran pasukan ke TPS. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Personel kepolisian memberlakukan prosedur standar pengamanan secara terstruktur selama bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) pemilu serentak pada Rabu (17/4). Satu diantaranya menanggalkan senjata api (senpi).

“Tanpa senpi merupakan SOP polisi di TPS. Sebagai gantinya, membawa pentungan dan borgol. Ini bentuk pelayanan ke pemilih. Apabila ada masalah, langsung dibawa ke Mapolsek,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi kepada anggotanya dalam apel pergeseran pasukan pengamanan TPS Pemilu di Mapolres, Senin (15/4).

Usai apel, sebanyak 650 anggota kepolisian yang bertugas di TPS dikumpulkan di halaman. Mereka diminta menunjukkan perlengkapan tugas yang dikemas di tas punggung. Yakni peralatan mandi, pentungan, senter, borgol dan buku saku. Mereka berkelompok sesuai wilayah kecamatannya. Kapolres menguji kesiapan anggota dengan melontarkan pertanyaan seputar pemilu seperti warna surat suara, dan arti KPPS. Ia mengimbau anggotanya datang lebih awal di TPS saat pemungutan suara dan pulang setelah penghitungan suara rampung.

“Kenali KPPS, ketua dan anggota. Kita di luar TPS, namun bukan berarti menutup mata atas semua yang terjadi di dalamnya. Coblosan pukul 07.00-13.00. Tambahan 12 jam, jadi totalnya 19 jam,” kata Kapolres.

Setelah apel pasukan di Mapolres, mereka diharuskan melapor ke Mapolsek. Setelah itu, mengawal dan memastikan logistik pemungutan suara tiba di TPS secara utuh. Baru kemudian mengamankan pemungutan suara. Mereka dihitung bertugas di kegiatan pengamanan saat melapor di Mapolsek hingga penandatanganan berita acara penghitungan suara.

“Kapolsek juga harus memastikan anggotanya tahu letak TPS. Kalau perlu, bikin grub WA untuk laporan kegiatan,” katanya.

Ia mewanti-wanti anggota yang mangkir maupun meninggalkan tugas tanpa setahu pimpinan. Jika melanggar, hukumannya dua kali lipat lebih berat.

“Satu unit ada dua personel. Keduanya mengampu 12 TPS. Itu untuk mencukupi pengamanan di 3.149 TPS. Di masing-masing TPS masih dibantu Linmas, pengawas dari Bawaslu, KPPS dan relawan Parpol maupun paslon. Kami juga dibantu satu SSK dari Sat Bromob Polda Jateng,” katanya.

Ia menyarankan pemilih datang ke TPS secara bergelombang. Itu untuk mengantisipasi keamanan lingkungan.

“Jangan sampai lingkungan kosong. Dibagi jam ke TPS. Jadi, bisa saling menjaga. Supaya mencegah aksi kriminalitas,” katanya. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
REKTOR UIN SUNAN KALIJAGA: Berikan Kepercayaan kepada KPU

DEPOK (MERAPI) - Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga memberikan seruan moral agar seluruh pemilih menggunakan hak

Close