REKTOR UIN SUNAN KALIJAGA: Berikan Kepercayaan kepada KPU

MERAPI-ISTIMEWA Rektor UIN Sunan Kalijaga KH Yudian Wahyudi MA PhD (tengah) bersama pembicara lainnya.
MERAPI-ISTIMEWA
Rektor UIN Sunan Kalijaga KH Yudian Wahyudi MA PhD (tengah) bersama pembicara lainnya.

DEPOK (MERAPI) – Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga memberikan seruan moral agar seluruh pemilih menggunakan hak konstitusi, sebab suara rakyat menentukan arah bangsa ke depan.  Hal ini disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof KH Yudian Wahyudi MA PhD merespon kondisi terkini berkaitan dengan proses penyelenggaraan Pemilu 2019. Secara khusus, Yudian mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada KPU, Bawaslu dan lembaga berkaitan penyelenggaraan pemilu.

“Gunakan hak suara sesuai konstitusi. Adanya permasalahan teknis penyelenggaraan pemilu di luar negeri seyogyanya tidak mengurangi substansi dan legitimasi pemilu sesuai amanat konstitusi,” kata Yudian Wahyudi saat jumpa pers di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Senin (15/4).

Sementara itu Wakil Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr Abdur Rozaki SAg MSi menambahkan, di dalam masa tenang ini masyarakat Indonesia bisa merenung dan berpikir secara mendalam agar memilih pemimpin yang kuat, tak mudah percaya hadapi hoax dan tolak politik uang.

“Berikan kepercayaan kepada penyelenggaraan pemilu. Terkait informasi yang belum pasti hindari hoax yang ancam NKRI. Kita ajak masyarakat awasi proses pemilu,” kata Abdur. 

Selain itu kepada kontestan pemilu agar menghindari penggunaan politik uang dan bersama tangkal isu yang memecah belah keutuhan bangsa. “Kontestan pemilu harus bersikap sportif dan siap menerima hasil pemilu pilihan rakyat.  Kita himbau agar penyelenggara pemilu agar bertindak adil, transparan, akuntabel, beintegritas dan bertanggung jawab,” tegasnya.
 
Sejauh ini dalam prosesnya, Abdur Rozaki melihat penyelengara telah bekerja profesional. KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara dan pengawas proses pemilu jelas diuji agar bisa melaksanakan dengan lancar. Berkaitan dengan permasalahan teknis di Australia, Malaysia dan PPLN lainua,  diharapkan tidak kurangi legitimasi pemilu yang jadi amanat konstitusi. 

Berkaitan dengan info di media sosial, isu hoax, KPU secara kelembagaan didorong agar tidak mudah diguncang hal yang belum pasti. Segera merespon setiap masalah teknis yang ada,  termasuk dalam proses pemungutan suara secara serentak Rabu, 17 April 2019.

“KPU dan Bawaslu harus secara cepat segera atasi, termasuk memberikan klarifikasi atas segala informasi yang belum pasti kejadian. Kita tunggu hasil investigasi,  berikan kesempatan Bawaslu bekerja,” tambahnya.(Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pengamanan TPS Diperketat, Kapolres: Petugas Jangan Lengah

SUKOHARJO (MERAPI) - Petugas dari tim gabungan secara resmi sudah melakukan pergeseran pasukan pengamanan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu

Close