Kasus Klaim Tanah Bandara, Terdakwa Wanita Histeris di Persidangan

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa histeris setelah mendengar putusan majelis hakim yang memasukkannya ke penjara.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa histeris setelah mendengar putusan majelis hakim yang memasukkannya ke penjara.

YOGYA (MERAPI)– Sidang pemalsuan akta otentik yang menyeret terdawa Suwarsi dkk yang menglaim sebagai ahli waris Paku Buwono (PB) X memasuki vonis atau putusan di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (15/4).
Majelis hakim akhirnya menyatakan kesembilan terdakwa, kebanyakan perempuan terbukti bersalah dan meyakinkan telah memalsukan akta otentik seolah-olah sebagai ahli waris PB X yang berhak atas tanah Pakualaman Ground di Temon Kulonprogo yang kini dibangun bandara baru.
Para ahli waris yang kebanyakan wanita langsung menangis histeris setelah dihukum bersalah dan harus mendekam di penjara. Mereka kecewa dengan hakim dan pelapor yang telah menjebloskan mereka ke penjara.
“Kami menilai hakim telah sewenang-wenang dan melakukan pelanggaran hukum dalam pengambilan keputusan,” ujar penasihat hukum para terdakwa, Arkan Cikwan SH, Bambang Hadi Supriyanto SH dan Arlen Purba SH dkk kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Senin (15/4) petang.

Arkan menilai, selama ini penuntut umum mendakwa dan menuntut terdakwa dengan pasal kumulatif yakni pasal 277 ayat 1 KUHP tentang penggelapan asal-usul perkawinan. Tetapi anehnya, majelis hakim justru menggunakan pasal alternatif yakni pasal 266 ayat 2 tentang pemalsuan akta otentik untuk menjatuhkan putusan.
Sehingga majelis hakim dinilai telah membuat putusan tanpa dasar. “Seharusnya ketika dakwaan kumulatif tak terbukti, harusnya para terdakwa dibebaskan sehingga hakim tak bisa begitu saja mengambil dakwaan alternatif,” lanjut Arkan.
Untuk itu atas putusan yang dijatuhkan, para terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya dalam persidangan, hakim menjatuhi terdakwa 1 Suwarsi vonis 9 bulan penjara dengan masa percobaan 1,5 tahun. Sementara terdakwa 2 sampai 8 dijatuhi vonis 9 bulan sampai 1 tahun penjara dan terdakwa 9, Prihananto SH yang menjadi kuasa hukum saat gugatan perdata divonis 1,5 tahun penjara.

Usai sidang, para terdakwa histeris dan menangis. Bahkan beberapa di antaranya harus ditenangkan anggota keluarga yang lain.
Seperti diketahui, perkara ini mencuat setelah terdakwa Suwarsi dkk mengajukan gugatan ke Paku Alam ke PN Wates karena mengklaim sebagai ahli waris PB X di Solo yang memiliki hak waris tanah PG dengan bukti-bukti yang dimilikinya. Mereka kemudian mengaku berhak atas tanah yang kini dibangun sebagai bandara baru di Kulonprogo.
Tetapi karena gugatan di PN Wates tersebut ditolak, maka gugatan sama diajukan ke PN Yogya. Di PN Yogya, gugatan itu bernasib sama. Setelah gugatan mereka ditolak, pihak PA X giliran melaporkan balik Suwarsi dkk karena dinilai telah memalsukan asal-usul perkawinan dan memalsukan akta otentik dengan mengaku sebagai keturunan PB X di Solo. Atas laporan tersebut ditetapkan 9 orang sebagai tersangka yang akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Yogya. (C-5)