Kesadaran Rendah, Peserta Pemilu Enggan Nyopot APK

Tumpukkan APK yang ditertibkan disimpan di Gudang Satpol PP DIY. (MERAPI-ISTIMEWA)

UMBULHARJO (MERAPI) – Kesadaran peserta pemilu untuk menurunkan alat peraga kampanye (APK) secara mandiri masih rendah. Sudah pasang tapi enggan mencopot APK. Ujung-ujungnya merepotkan banyak pihak.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta Tri Agus Inharto, kendala dalam penertiban APK karena jumlah yang terpasang masih banyak. Padahal masa tenang sebelum coblosan pemilu tinggal sehari lagi. Menurutnya, APK dan bendera partai politik yang ditertibkan bisa mencapai sekitar 15.000 buah.

“Banyak banget. Ini kami masih terus melakukan penertiban APK. Targetnya Selasa (16/4) sore bersih,” kata Agus, Senin (15/4).

Beberapa APK berukuran besar seperti baliho dan billboard harus menggunakan alat berat crane untuk menertibkannya. Penertiban melibatkan Pengawas TPS, Panwas tingkat kelurahan, kecmatan, Bawaslu Kota Yogykarta, Satpol PP Kota Yogyakarta dan Satpol PP DIY.

“APK yang sudah ditertibkan sebagian besar disimpan di gudang Satpol PP DIY,” imbuhnya.

Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryo Samudro menambahkan, penertiban APK sudah dilakukan di antaranya di Ngampilan, Gondomanan, Kraton dan Mantrijeron. Meskipun masih banyak APK dan bendera partai yang ditertibkan tim gabungan, dia menyatakan ada peserta pemilu yang menurunkan secara mandiri seperti dari kelompok laskar, pengurus parpol dan laskar non peserta pemilu.

“APK yang ditertibkan oleh pihak berwenang sudah tidak dapat diambil lagi karena sudah kami imbau secara tertulis dan lisan pada 11 April untuk menurunkan sendiri,” terang Harsya.

Dia mengaskan sesuai aturan Undang Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu selama masa tenang mulai tgl 14 April 2019 selama tiga hari sebelum pemungutan, APK harus diturunkan oleh peserta pemilu. APK, lanjutnya, wajib diturunkan oleh peserta Pemilu mulai Minggu (14/4) pukul 14.00 WIB.

Sementara itu Pelaksana Tugas Komandan Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, pelepasan APK hasil koordinasi dengan Bawaslu sudah dimulai sejak Minggu (14/4) dini hari pukul 00.00 WIB di masing-masing kecamatan. Penertiban di beberapa kecamatan dan tim kota dimulai Senin (15/4) dan Selasa (16/4).

“Kalau baliho yang besar dan tinggi nanti akan kami turunkan dengan crane,” tandas Agus. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrrasi
Video Mesum Tersebar, Oknum PNS Terancam Sanksi

SLEMAN (MERAPI)- Seorang perempuan yang berstatus pegawai negeri sipil di Kanwil Kemenag Kabupaten Sleman tersandung perkara asusila. Foto dan video

Close