Manajemen dan Panpel PSS Beda Info Uji Coba

SLEMAN (MERAPI) – Lawan uji coba PSS Sleman usai Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai terang. Adalah PSIS Semarang dan Persib Bandung yang bakal menguji sejuah mana kekuatan Laskar Sembada sebelum bertempur di Liga 1. Kedua tim bahkan sudah merancang tanggal uji coba. Namun Panpel dan manajemen punya perbedaan informasi tentang tanggal dan tempat uji coba.

Tri Mulyanto, Ketua Panpel PSS, membeberkan PSS akan menghadapi PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo 24 April mendatang lalu Persib Bandung empat hari berselang. Namun informasi berbeda datang dari Manajer Retno Sukmawati yang mengatakan uji coba lawan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo digelar 23 April setelah bertandang ke PSIS Semrang tanggal 20 April.

Pihak Panpel sendiri tidak mempersoalkan adanya perbedaan itu dan lebih berfokus menyiapkan pertandingan kandang lawan Persib dan PSIS. “Kami mulai persiapannya dari sekarang, termasuk izin pertandingan,” jelas Tri Mulyanta, Minggu (14/4).

Sebelum PSIS dan Persib, PSS sendiri mendapat ajakan uji coba dari Bali United. Namun tidak ada kejelasan soal surat ajakan resmi yang telah diajukan pihak Bali United. Pelatih Bali United, Stefano Teco menyebut manajemen mereka sudah mengirimkan surat ajakan uji coba. Namun hingga kemarin Teco belum mendapatkan jawaban. Malah Teco membeberkan bahwa ada pemainnya yang dipinjam PSS, yaitu Felisianus Junius Bate. “Informasinya Bate dipinjam PSS, soalnya Jumat kemarin dia latihan terakhir bersama saya. Untuk lebih jelasnya manajemen yang tahu soal peminjaman ini,” kata pelatih bernama asli Stefano Cugurra tersebut.

Bali United meminjamkan Junius Bate karena surplus bek sayap. Bagi PSS sendiri, Bate akan jadi pelapis Bagus Nirwanto setelah mereka baru punya Jajang Sukmara dan Derry Rachman yang berposisi sebagai bek sayap. Bate sendiri tampaknya bakal bernasib sama menjadi pemain cadangan di PSS. Dirinya jarang diturunkan Bali United musim lalu. Bahkan Bate sempat mencurahkan isi hatinya karena sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Sebelum kembali ke Bali United 2018 lalu Bate sempat dipinjamkan ke Celebest FC dan tampil 14 kali. Seto sendiri belum bisa dimintai keterangan tentang Bate namun kedatangan bek berusia 25 tahun ini sudah sesuai keinginannya yang ingin mendatangkan pelapis Bagus Nirwanto.

Bagus Nirwanto sendiri memang tidak punya pesaing. Padahal Seto menginginkan tiap pemain minimal punya pesaing di posisi masing-masing agar meningkatkan kualitas. Di lini tengah, Nerius Alom bersaing dengan Wahyu Sukarta dan Guilherme Batata sedangkan Dave Mustaine mendapatkan Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, dan Brian Fereira.

Sementara di lini depan, Kusheda Hari Yudo bersaing dengan Yevhen Bokhasvili, Rangga Muslim dengan Haris Tuharea, dan Rudi Widodo dengan Aldiano. “Butuh pesaing untuk tiap pemain karena selain karena kompetisi panjang juga bisa meningkatkan kualitas mereka masing-masing,” terang Seto.

Persaingan di bawah mistar juga mulai memanas. Pelatih kiper PSS, Listiyanto Raharjo, mengatakan Ega Rizky dan Tri Hamdani mengalami peningkatan selama latihan. Keduanya membuktikan diri sama-sama layak menjaga mistar PSS. Namun, kiper ketiga Dhika Bayangkara harus mengejar ketertinggalan terhadap dua kiper PSS itu. Ia berencana membuat program latihan agar Dhika bisa bersaing dengan Try Hamdani dan Ega Rizky. “Sebelum 8 Mei kami mau semua kiper siap. Untuk itu kami akan bikin program agar Dika bisa mengejar ketertinggalan dia,” katanya. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
RAT KONI YOGYA – Wawali Ingin Maksimalkan Fungsi GOR

YOGYA (MERAPI) - Target menjadi juara umum sudah dicanangkan oleh kontingen Kota Yogya ketika akan bertanding pada Pekan Olahraga Daerah

Close