GUGATAN AKTIVIS TERHADAP KETUA RT Penggugat Berharap Pengadilan Objektif


Penggugat Adhi Sri Kuncoro Harimawan saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Penggugat Adhi Sri Kuncoro Harimawan saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Penggugat seorang aktivis, Adhi Sri Kuncoro Harimawan warga Perumahan Cepoko Griya Indah A20 RT 09 Jalan Wonosari Km 8,5 Sitimulyo Piyungan Bantul yang mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dan tuntutan ganti kerugian terhadap Kasih, Ketua RT 09 Perumahan Cepoko Griya Indah ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul berharap pengadilan bersikap adil dan obJektif. Jangan sampai putusan yang diambil berat sebelah dan tidak memenuhi rasa keadilan.

“Setelah pembacaan putusan batal dan ditunda dua minggu kami, berharap hakim bersikap objektif nanti dalam menjatuhkan putusan,” ujar Adhi Sri Kuncoro Harimawan kepada wartawan, Sabtu (13/4).

Untuk itu dengan ditundanya putusan selama dua pekan diharapkan akan memberi kelonggaran bagi majelis hakim dalam mengambil keputusan. Jangan sampai dengan adanya salah satu warga tergugat yang menjadi Panitera Pengganti PN Bantul akan mengintervensi dan mempengaruhi putusan.

“Kita lihat saja kalau pembacaan putusan tak memenuhi rasa keadilan bagi penggugat maka kami akan melakukan upaya hukum untuk memperjuangkan hak-hak kami yang tertindas,” imbuhnya menjelaskan.

Seperti diketahui sebelumnya, gugatan penggugat diajukan setelah tergugat sebagai Ketua RT 09 membuat komposter (tempat pengurai sampah organik) bantuan dari CSR PT Sari Husada di dekat rumah penggugat hingga menyebabkan pencemaran lingkungan dan rumah miliknya rusak.

Dalam gugatan, penggugat diketahui bertempat tinggal di Perumahan Cepoko Griya Indah A20 di sebelah barat berbatasan langsung dengan tanah kosong milik pengembang perumahan yang akan digunakan untuk pembuatan taman. Sekitar tahun 2014, tergugat sebagai Ketua RT 09 menyetujui usulan warga membuat komposter. Kemudian komposter tersebut dibuat di tanah kosong menempel dengan tembok yang berbatasan langsung dengan rumah penggugat.

Selama ini tergugat tidak pernah memberitahukan atau meminta izin secara personal atas pembuatan komposter.Setelah komposter tersebut dibuat dan mulai dipergunakan, banyak hewan dan binatang seperti lintah, ular, tikus dan rayap masuk ke dalam rumah penggugat. Kemudian sekitar tahun 2016, tergugat sebagai Ketua RT 09 menyetujui usulan warga Perumahan Cepoko Griya Indah membuat Balai RT 09 yang dibangun di sebelah barat rumah penggugat juga berbatasan langsung dengan rumah penggugat.

Dalam pembangunan itu tergugat juga tidak pernah memberitahukan secara personal atas pembuatan Balai RT 09. Setelah Balai RT dipergunakan, diketahui talang air mengarah ke rumah penggugat sehingga ketika hujan air merembes masuk ke rumah yang membuat tembok berjamur dan genangan air di lantai.

Bahkan pada Agustus 2018, tergugat sebagai Ketua RT 09 membuat sumur di tanah kosong yang berhadapan dengan sumur rumah penggugat memiliki kedalaman lebih dalam sehingga ketika sumur mulai difungsikan mengakibatkan sumur penggugat mengering, pompa air rusak dan tidak bisa digunakan. Karena sumur mengering, penggugat akhirnya mengungsi dari rumah dan memutuskan untuk menjual rumah tersebut. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
ENGGAN BAYAR UPAH LEMBUR AWAK MOBIL TANGKI- Pertamina TC Akhirnya Ajukan Banding

YOGYA (MERAPI) – Meski telah dihukum membayar upah lembur kepada penggugat mantan Awak Mobil Tangki (AMT) 1 atau sopir dan

Close