ENGGAN BAYAR UPAH LEMBUR AWAK MOBIL TANGKI- Pertamina TC Akhirnya Ajukan Banding


ilustrasi
ilustrasi

YOGYA (MERAPI) – Meski telah dihukum membayar upah lembur kepada penggugat mantan Awak Mobil Tangki (AMT) 1 atau sopir dan mantan Awak Mobil Tangki (AMT) 2 atau kernet yang menyalurkan bahan bakar minyak dari Terminal Bahan Bahan Minyak (TBBM) Rewulu Yogya, tergugat I PT Pertamina Training and Consulting (PTC) tetap menolak untuk melaksanakan kewajibannya.

“Kami mendapat informasi kalau tergugat melakukan banding,” ujar salah satu kuasa hukum penggugat, Jaka Sarwanta SH kepada wartawan, Minggu (14/4).
Diketahui sebelumnya, majelis hakim menghukum tergugat I PT PTC untuk membayar uang lembur para mantan AMT senilai Rp 1 miliar lebih kepada 77 orang mantan pekerja atau buruh.

Awalnya para penggugat baik AMT 1 dan AMT 2 telah bekerja di TBBM Rewulu Jalan Wates Yogyakarta selama kurang lebih 7 tahun, bahkan ada yang lebih. Selama ini para penggugat hanya berstatus sebagai pegawai kontrak dengan jam kerja pukul 05.00 sampai 21.00.

Dalam perjanjian kontrak kerja yang mulai berlaku 1 September 2012 sampai 31 Agustus 2014, upah sebesar Rp 1.554.000 sehingga para penggugat bekerja melebihi waktu kerja (overtime), namun tidak mendapatkan upah lembur.

Untuk itu pada Maret 2013, para penggugat mulai berupaya memperjuangkan nasibnya untuk mendapatkan hak atas upah lembur, dengan cara mengadukan nasibnya ke Kantor Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul.

Setelah hampir 1 tahun melalui beberapa proses, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul mengeluarkan surat yang ditujukan kepada tergugat I PT PTC harus membayar upah kerja lembur kepada para AMT tetapi tak dibayar sampai akhirnya digugat ke PHI. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
171 Orang Diterima PPPK Sukoharjo

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 171 orang diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mayoritas berasal dari guru tenaga honorer

Close