Medsos Bisa Picu Perilaku Perundungan

ilustrasi
ilustrasi

YOGYA (MERAPI) – Media sosial (medsos) bisa memengaruhi perilaku sosial seseorang, termasuk perundungan atau bullying. Kasus pengeroyokan sekelompok siswi SMA terhadap siswi SMP di Pontianak merupakan masalah perundungan yang di antaranya dipicu dari medsos.

“Medsos berpengaruh besar memicu tindakan bullying,” jelas Psikolog Sosial dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Drs Koentjoro MBSc PhD, Kamis (11/4).

Menurutnya, penggunaan gadget dan medsos pada anak-anak saat ini kurang begitu terkontrol. Anak-anak zaman sekarang banyak yang menggunakan media sosial dan bebas menulis status serta komentar. Padahal mereka belum sepenuhnya mampu menyaring informasi yang didapatkan dari suatu hal.

“Seringnya anak-anak mengumbar kekesalan dan rasa benci terhadap sesuatu atau seseorang tidak lagi secara face to face, tetapi via medsos tanpa adanya kroscek. Hal ini sangat mudah menyulut kemarahan dan kebencian,” urai Ketua Dewan Guru Besar UGM ini.

Oleh sebab itu, Koentjoro menekankan perlunya kontrol orangtua atau keluarga dalam penggunaan media sosial pada anak dan menggunakannya secara bijak. Tak hanya itu, penanaman nilai-nilai luhur dari orangtua sangat penting dilakukan.

Dia menjelaskan munculnya tindakan bullying salah satunya terjadi akibat kurangnya peran orangtua atau keluarga dalam mendidik anak. Beragam faktor dalam keluarga menyebabkan anak menjadi pelaku bullying seperti kurang perhatian orangtua, pola asuh yang terlalu tegas, serta kurang penghargaan orangtua dan lainnya.

“Bullying anak ini menunjukkan ada yang salah dengan pendidikan dalam keluarga. Orangtua kurang memberikan penanaman nilai-nilaya budaya lokal dan nilai-nilai untuk memahami orang lain,” tandasnya.

Sementara untuk mencegah kembalinya perilaku bullying, Koentjoro menyebutkan pemberian hukum yang tegas perlu dilakukan terhadap pelaku bullying. Dengan begitu bisa memberikan efek jera bagi para pelaku. Disertai pula dengan pembinaan oleh pihak terkait. Tidak kalah pentingnya, menyadarkan orangtua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar.

“Apa yang dilakukan anak itu sebagai akibat dari pola didik orang tua. Perilaku yang salah dalam keluarga harus diperbaiki,” jelasnya.

Lalu bagaimana jika anak menjadi korban bullying? Koentjoro mengatakan pentingnya bagi orangtua korban untuk menunjukkan empati dengan berusaha mendengarkan keluhan anak serta membesarkan hati untuk membangkitkan kepercayaan diri anak. Apabila dirasa diperlukan memfasilitasi anak menjalani intervensi psikologis. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Pilih Caleg Bersih

JELANG hari H pencoblosan pemilu, suhu politik makin menghangat. Para kontestan pemilu, terutama calon legislatif (caleg) seolah berlomba berebut simpati

Close