KEMBALI, ARGA INGIN LEBIH BAIK – PSIM Pilih ‘Ngungsi’ ke Bogor

YOGYA (MERAPI) – Untuk melakukan persiapan intensif dalam menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2019 yang diperkirakan bakal bergulir pertengahan Juni mendatang, PSIM Yogya akhirnya memilih untuk melakukan pemusatan latihan di Bogor. Keputusan tersebut diambil oleh manajemen karena saat ini wisma yang menjadi tempat singgah pemain dan Stadion Mandala Krida Yogyakarta tengah dalam proses perbaikan.

Menurut Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru saat jumpa pers di Monumen PSSI, Baciro, Yogya, Jumat (12/4), skuad besutan pelatih Vladimir Vujovic terpaksa ‘ngungsi’ ke Bogor.

“Dalam sebulan mungkin akan TC (training camp) di Bogor karena wisma dan lapangan belum bisa digunakan. Kenapa ke Bogor, karena di sana sudah ada mess dan lapangan dalam satu komplek. Ya istilahnya fasilitasnya sangat mendukung lah,” ungkapnya.

Dalam jumpa pers tersebut manajemen juga memperkenalkan secara langsung pelatih dan pemain yang sudah dimiliki tim berjuluk Laskar Mataram ini. “Untuk pelatih dan pemain baru secara resmi sudah diperkenalkan. Ada 6 pemain baru, ditambah Raphael Maitimo jadi total ada 7 pemain. Sedangkan untuk pemain lama ada 9, sehingga total ada 16 pemain,” imbuh Agung.

Adapun pemain baru yang diperkenalkan meliputi Gusti Rustiawan, Rudiyana, Heri Susilo, Agung Pribadi, Reza Saputra, serta kapten PSIM musim lalu, Hendika Arga Permana. Kembali berseragam PSIM setelah sempat dipinjamkan ke PSS Sleman dan bergabung ke Bogor FC, Arga ingin memberikan kemampuannya yang lebih baii untuk musim ini. Terlebih dengan target yang kini diusung PSIM untuk promosi ke kasta tertinggi.

“Saya pertama-tama ingin memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan sikap maupun kata-kata saya, baik yang disengaja maupun tidak. Saat ini saya memutuskan kembali PSIM dan ingin mewujudkan apa yang menjadi mimpi saya sejak kecil, yaitu membawa PSIM ke kasta tertinggi,” ujar pemain berusia 26 tahun itu.

Langkah Arga kembali ke PSIM tak lepas dari keinginan pelatih Vladimir Vujovic dalam meracik tim terbaik. “Ketika berada di Bogor FC saya sudah sampaikan ke Arga, keputusannya pensiun tidak tepat. Umurnya masih muda dan karier masih panjang. Ketika dipinjam PSS pun dia sama sekali belum pernah main, jadi ya tidak ada masalah sebenarnya,” tutur Pelatih PSIM, Vladimir Vujovic.

Mengenai pemain yang dibutuhkan untuk selanjutnya, Vujovic masih enggan membeberkannya. “Kalau dari gambaran saya ada sekitar 25-26 pemain. Targetnya satu bulan ini tim sudah terbentuk. Nama-namanya biar besok kalau sudah datang saja. Saya lihat persiapan tim lain juga belum begitu bagus, jadi saya ingin fokus pada tim saya dulu,” imbuh mantan pemain Persib Bandung tersebut.

Disinggung mengenai keberadaan pemain lama PSIM, Vujovic mengaku sudah melihat track record

-nya dari musim lalu. “Sejak Oktober tahun lalu saya sudah mengenal beberapa pemain PSIM. Mereka bagus, saat itu saya lihat mereka menang 1-0 atas PSS. Tadi latihan pertama juga sekilas bagus. Saya ingin pemain bermain dengan target, harus kerja keras, tak boleh hanya sekedar main saja. Saya jamin semua pemain ini akan kami gunakan di tim kami,” akunya.

Sementara itu, CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto menyebutkan bahwa keputusannya merekrut pemain baru merupakan hasil rekomendasi dari pelatih. “Saya baru di sepakbola. Saya juga tidak mau intervensi urusan pemain, jadi untuk pemain itu rekomendasi dari Vlado (sapaan akrab Vladimir Vujovic,red). Karena kami punya target tinggi, Vlado ingin pemain terbaik di timnya, ya kami sediakan,” terangnya.

Bahkan dilanjutkan Bambang, pihaknya tak ingin main-main dengan pembentukan tim yang dilakukan. “Pemain baru tentu masih ada. Anggaran juga akan kami siapkan. Kalau bicara nominal kok rasanya kurang etis saja. Yang jelas angkanya cukup untuk membawa tim ke Liga 1. Jadi kalau musim depan sudah di Liga 1, target selanjutnya adalah juara di kasta tertinggi. Jadi memang tidak mau main-main saya,” lanjutnya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kementan Akan Jadikan Data Kartu Tani Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan

PANGKEP (MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Kartu Tani sebagai kelengkapan data sebagai dasar penyusunan kebijakan. Kartu Tani merupakan

Close