NAPI OTAKI SINDIKAT BISNIS NARKOBA-Sudah Dihukum Berat Masih Kendalikan Bisnis Sabu

MERAPI-SUKARYONO Ketiga anggota sindikat peredaran sabu, termasuk pengendalinya, napi Nurkhan alias Enggle usai diamankan petugas.
MERAPI-SUKARYONO Ketiga anggota sindikat peredaran sabu, termasuk pengendalinya, napi Nurkhan alias Enggle usai diamankan petugas.

SEMARANG (MERAPI)- Dua orang kurir dan pengguna sabu-sabu asal Tegal serta Jepara disergap aparat Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jateng saat bertransaksi di kawasan setasiun KA Tawang, Semarang. Saat diinterogasi polisi, sang kurir mengaku disuruh oleh seorang penghuni Lapas Pati yang merupakan pengendali bisnis narkoba.
Kurir dan pecandu yang dibekuk yakni YA (36) dan FA (21). Sedangkan napi pengedali bisnis ini adalah Nurkhan alias Enggle (43) warga binaan LP Pati. Dia sebenarnya masih menjalani hukuman berat, yakni 4 tahun penjara atas kasus yang sama.
“Tersangka FA merupakan kaki tangan Nurkhan alias Enggle (43) warga binaan LP Pati. Enggle turut ditangkap setelah BNNP berkoordinasi dengan pihak Lapas Pati,” ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhamad Nur pada gelar kasus di halaman kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Jumat (12/4).

Ditambahkan, selain ketiga tersangka, penyidik juga menyita barang bukti di antaranya 100 gram sabu, motor Honda Vario putih tanpa plat nomor, 4 ponsel dan timbangan digital.
Muhammad Nur menjelaskan, terungkapnya peredaran sabu yang dikendalikan dari dalam LP itu bermula dari informasi masyarakat akan terjadinya transaksi narkoba di depan stasiun KA Tawang Samarang.
Informasi itu tidak disia-siakan Tim BNNP yang langsung bergerak melakukan pengamatan di sekitar stasiun KA Tawang. Selepas tengah malam, diketahui seorang berbadan gemuk menunjukkan sikap
mencurigakan. Lelaki yang belakangan diketahui YA itu turun dari
kereta api dari Tegal.

Tersangka YA melangkah menuju arena parkir menemui FA yang telah menunggu duduk di atas motor. Mereka berdua terlibat dialag dan tidak lama kemudian, YA menerima bungkusan sabu.
Petugas segera bertindak meringkus keduanya. Dari tangan YA ditemukan 3,5 gram sabu serta dari tangan FA ditemukan 96,5 gram sabu.
Menurut Muhammad Nur, dari hasil pengembangan penyidikan, tersangka FA mengaku sebagai kurir dan bekerja atas perintah lewat ponsel oleh Nurkhan alias Enggle yang ditahan sebagai napi di LP Pati. “Saya diperintah Nurkhan mengambil sabu 100 gram, lalu menyerahkan 3,5 gram di antaranya kepada YA dari Tegal di depan stasiun KA Tawang,” ungkap tersangka FA kepada polisi.
Kalapas kelas II Pati Fajar Setiawan membenarkan jika warga binaannya Nurkhan terlibat kasus narkoba.

Sebelumnya, kata Fajar, pelaku sudah diganjar hukuman 4 tahun 8 bulan penjara. Di Lapas Pati, dia baru dua hari menghuni setelah pindah dari Lapas Pekalongan. Sebelumnya ia menjadi penghuni Lapas kelas I Kedungpane Semarang, lalu dikirimkan ke Lapas Pati.
Meski mendapat hukuman cukup berat dan tempat penahanan di pindah-pindah dari suatu LP ke LP lainnya, tambahnya, tetapi ternyata tidak membuat Nurkhan kapok. (Sky)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Datang Ya, Khazanah Ramadhan Lombok Sumbawa 2019 Hadir di CFD Jakarta

JAKARTA (MERAPI) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan mempromosikan event Khazanah Ramadhan Lombok Sumbawa 2019 dalam gelaran Car Free Day (CFD)

Close