Komplotan Penipu Beli 7 HP Pakai Cek Palsu

MERAPI-HUMAS POLRES BANTUL Polisi menunjukkan barang bukti dan pelaku penipuan bermodus cek palsu.
MERAPI-HUMAS POLRES BANTUL Polisi menunjukkan barang bukti dan pelaku penipuan bermodus cek palsu.

BANTUL (MERAPI)-Petugas Polres Bantul meringkus komplotan penipu yang beraksi menggunakan cek palsu, Jumat (12/4). Bermodalkan cek palsu itu, pelaku menyatroni 3 konter HP di Yogya dan menggasak 7 handphone serta sejumlah asesoris. Kerugian akibat aksi kedua pelaku mencapai belasan juta rupiah.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo kepada wartawan, kemarin mengatakan, kedua pelaku diamankan petugas di dua lokasi berbeda pada 10 April 2019.
“Otak komplotan ini, GT (56) warga Tegalsari Surabaya disergap di sebuah hotel di daerah Sleman, sementara rekannya TY (58) warga Sukolilo Surabaya ditangkap di depan stasiun wilayah Kota Yogyakarta,” katanya.

Menurut dia, dari kedua pelaku ini, petugas menyita barang bukti berupa tujuh lembar cek palsu dari salah satu bank milik badan usaha milik negara (BUMN), dua buah helm, satu buah jaket warna hitam.
Dia menceritakan, kedua pelaku dibekuk usai beraksi membeli 3 handphone di sebuah konter di wilayah Dongkelan, Sewon, Bantul pada Rabu 3 April 2019.
“Saat melancarkan aksinya kedua pelaku berbagi peran. GT memiliki peran sebagai pembeli handphone, sementara TY bertugas menunggu di sepeda motor,” katanya seperti dilansir Antara.
Menurut dia, awalnya GT menemui penjaga konter dan mengaku sebagai bos diler mobil. Untuk lebih meyakinkan penjaga konter saat membeli handphone, GT juga mengaku kenal baik dengan pemilik konter itu. Alhasil, penjaga konter percaya dan menyetujui pembayaran tiga buah handphone menggunakan cek senilai Rp 7,8 juta. Usai sukses mendapatkan 3 ponsel dari konter itu, pelaku kemudian kabur.

Tak lama berselang, penjaga konter melakukan cek ke pemilik konter. Saat itu pemilik konter mengaku merasa tidak mengenal pelaku, dan cek yang digunakan untuk membayar telepon seluler ternyata palsu alias tidak bisa dicairkan.
Merasa telah menjadi korban penipuan, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian setempat. Polisi segera bergerak menyelidiki kasus ini. Dari keterangan saksi serta rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi pun sukses mengidentifikasi kedua pelaku. Hingga akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan petugas pada 10 April 2019.
Di hadapan penyidik, tersangka GT mengaku membeli satu lembar cek palsu pada 2015 di tempatnya bekerja sebagai tenaga pemasar di sebuah perusahaan mobil di Surabaya. Cek palsu tersebut kemudian digandakan oleh rekannya TY menjadi sepuluh lembar untuk kemudian digunakan untuk menipu.

Selain di Bantul, kedua pelaku juga menipu di konter telepon seluler di daerah Sleman serta Kota Yogya. Di Sleman, pelaku sukses membeli empat telepon seluler seharga Rp 6 juta, serta di Kota Yogyakarta membeli power bank, kupon dan headset senilai Rp 3 juta. Total kerugian di tiga lokasi yakni 7 buah HP dan asesorisnya senilai sekitar Rp 16 juta sampai Rp 17 juta.
“Dari pengakuan kedua pelaku, uang dari hasil kejahatan dibagi dua. Sebagian juga digunakan untuk membayar hotel dan makan,” katanya.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.(*)

Read previous post:
SINGAPORE OPEN 2019 – The Daddies dan Minions Melaju ke Semifinal

SINGAPURA (MERAPI) - Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Renaldi Gideon melangkah ke semifinal turnamen

Close