Digrebek di Semarang, Kurir 8 Kg Sabu Punya KTP Yogya

MERAPI-ANTARA/AJI SETYAWAN Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan barang bukti dan pelaku kurir sabu 8 kilogram.
MERAPI-ANTARA/AJI SETYAWAN Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan barang bukti dan pelaku kurir sabu 8 kilogram.

SEMARANG (MERAPI)- Petugas Polrestabes Semarang membongkar bisnis narkotika jenis sabu-sabu dengan total barang bukti yang diamankan mencapai 8 kg, Selasa (9/4). Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang kurir yang punya 4 KTP palsu, salah satunya KTP Kota Yogya.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji kepada wartawan, kemarin mengatakan, pemilik sabu sebanyak itu adalah kurir berinisial RD asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Kurir ini ditangkap saat sedang menginap di Apartemen Candiland,” katanya.

Menurut dia, awalnya polisi menerima informasi adanya sabu dalam jumlah banyak di Semarang. Berdasarkan info itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya diketahui seorang kurirnya, yakni RD. Polisi yang sudah memperoleh informasi tentang rencana peredaran narkotika ini kemudian membuntuti pelaku sejak datang di Bandara Ahmad Yani Semarang pada 31 Maret 2019.
Menurut Abiyoso, pelaku tiba ke Semarang dan dijemput oleh seseorang di bandara yang kemudian diantar ke Apartemen Candiland. Informasi ini langsung ditindaklanjuti polisi dengan penyergapan. Pelaku pun akhirnya digrebek saat berada di dalam apartemen. Di tempat itu, polisi menemukan sabu dalam jumlah banyak, jumlahnya 8 kilogram.

“Ketika dibekuk, barang bukti 8 kilogram sabu tersebut sebagian sudah dibungkus ke plastik kecil masing-masing berisi 100 gram,” jelasnya. Selain sabu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain. Termasuk empat KTP yang diduga dipakai untuk mengedarkan sabu. Masing-masing KTP Banjarmasin, Bandung, Denpasar dan Kota Yogya.
Dijelaskan, tersangka sudah beberapa hari tinggal di Semarang sebelum akhirnya memperoleh pasokan sabu yang rencananya akan diedarkan.
Sabu yang diamankan dari tersangka itu sendiri, kata dia, diambil dari seseorang yang disebut ‘bos’ di sebuah tempat di sekitar Hotel MG Suite Semarang.
“Jadi modusnya, tersangka meletakkan sebuah tas kosong di sebuah pot. Setelah beberapa saat, dia kembali lagi untuk mengambil tas itu ternyata sudah berisi sabu,” katanya. Dikatakan Abiyoso, saat ini pihaknya masih memburu pemasok sabu tersebut.

“Tersangka berkomunikasi dengan Mr X (pemasok) melalui pesan singkat,” katanya.
Tersangka sendiri, lanjut dia, sudah memperoleh kiriman uang dari Mr X sebesar Rp 25 juta untuk biaya operasional.
Kombes Pol Abiyoso menjelaskan, pengungkapan peredaran sabu seberat 8 kilogram itu termasuk yang terbesar dan pertama kali di Semarang.
Tersangka pun dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.(Sky)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.
UGM MASUK PERINGKAT 50 BESAR DUNIA ASPEK GENDER EQUALITY – Pemacu Perbaikan Proses dan Manajemen

DEPOK (MERAPI) - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menilai pencapaian UGM masuk dalam daftar

Close