ACIIDS 2019 Ajang Publikasi Karya Ilmiah Peneliti

Salah satu profesor dari Jepang Prof Hamido Fujita memaparkan dalam seminar di ACIIDS tahun 2019. (MERAPI-TRI DARMIYATI )

SLEMAN (MERAPI) – Para akademisi dari 28 negara di Eropa dan Asia mengikuti konferensi sistem informasi dan basis data yang cerdas 11 Asian Conference of Inteligent Information and Database Systems (ACIIDS) di DIY 8-11 April 2019. Kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh negara-negara Asean secara bergantuan itu menjadi ajang para peneliti mempublikasikan karya ilmiah.

ACIIDS tahun 2019 diadakan oleh Binus Doctor of Computer Science bersama University of Science and Technology Polandia. Direktur Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Binus Prof Edi Abdurahman mengatakan ACIIDS merupakan konferensi ilmiah internasional untuk penelitian di bidang sistem informasi dan basis data yang cerdas. Data base cerdas ini ditujukan ke sistem cerdas menggunakan database yang datanya mengalir dan diproses secara real time memakai Artificial Intelligence sebagai pusatnya.

“Dengan adanya ACIIDS 2019 ini diharapkan terus memajukan pendidikan dan penelitian di Indonesia. Mampu menjembatani mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka,” kata Prof Edi saat pembukaan ACIIDS di Hotel Ambarrukmo DIY, Senin (8/4).

Dalam kegiatan itu juga ada seminar dari profesor-profesor berbagai negara di antaranya Prof Hamido Fujita dari Jepang membawakan topik new challange machine learning, Prof Michal Wozniak dari Polandia membawakan topik learning from imbalanced data, Prof Stephan Chalup dari Australia yang membawakan topik robot brains dan development of artificial inteligent robot soccer dan doctor Alfred Budiman dari Indonesia yang membawakan topik deep learning accelerator. Forum penelitian bidang sistem informasi dan basis data yang cerdas tersebut juga untuk membangun industri dan akademisi dalam konteks riset dan publikasi.

“Ini merupakan satu kesempatan bagi mahasiswa Pasca Sarjana kami ikut sama-sama. Setelah seminar akan ada proceedings dan publiksi. Biasanya dalam konferensI seperti ini ada tenologi-teknologi yang mutakhir sehingga kami bisa tahu perkembangan sains di bidang sistem informasi dan basis data cerdas,” terangnya.

Selain itu hasil konferensi akan dipublikasi dan diterbitkan di Springer LNSC yang sangat prestisus. Menurut Deputy Head of Doctor Computer Science Program Ford Lumban Gaol dalam ACCIIDS 2019 banyak pengalaman yang dibagikan melalui kolaborasi riset dan publikasi studi banding dengan berbagai kampus kenamaan. Dia berharap kegiatan itu dapa menghasilkan kulobarorasi penelitian dan publikasi secara global dan mengangkat akedemisi dari Indonesia di kancah Internasional.

“Semoga dengan adanya ACIIDS yang berlangsung rutin ini dapat menghasilkan kolaborasi riset dan publikasi kelas global,” ucapnya.(Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Menpar Arief Yahya Rapat Tourism Hub di WITO Singapura

JAKARTA (MERAPI)- Menteri Pariwisata Arief Yahya akan melakukan kunjungan kerja ke Singapura, 12-13 April mendatang. Beberapa agenda akan dijalani, salah

Close