DUKUNG PERKEMBANGAN SEPAKBOLA DIY – Mbah Bardi Beri Motivasi Wasit

YOGYA (MERAPI) – Di tengah banyaknya persoalaan yang membelit organisasi sepakbola nasional, PSSI saat ini, komitmen ikut memajukan persepakbolaan di Indonesia terus dilakukan salah satu tokoh sepakbola nasional, H Subardi SH MH.

Salah satunya adalah dengan menggelar pertemuan sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh wasit di Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY.

Dalam kegiatan santai di Monumen PSSI, Minggu (7/4), H Subardi SH MH bertemu dengan wasit-wasit PSSI DIY yang baru saja menggelar latihan bersama di Stadion Mandala Krida. Sebagai mantan pengurus PSSI pusat beberapa tahun lalu, pria yang akrab disapa Mbah Bardi ini memberikan banyak motivasi dan berbagi cerita mengenai pengalamannya selama berkecimpung di persepakbolaan nasional.

“Saya diundang di acara ini, katanya ada penyegaraan wasit. Penyegaran wasit itu adalah kegiatan untuk mempersiapkan atau tes kepada wasit-wasit dari segi fisik dan pengetahuan tentang aturan perwasitan untuk persiapan ke kompetisi musim ini. Baik itu untuk Liga 1, Liga 2 atau Liga 3 agar saat memimpin pertandingan bisa menciptakan suasana pertandingan yang fair play,” terang Mbah Bardi.

Lebih lanjut Mbah Bardi menjelaskan, selain menjalani serangkaian tes, baik fisik maupun terkait aturan, dalam penyegaran tersebut, para wasit yang akan bertugas juga akan mendapatkan pengetahuan tambahan jika ada aturan-aturan baru dari FIFA. Hal tersebut ditujukan agar, saat memimpin pertandingan, persepsi wasit itu akan sama dalam mengimplementasikan sebuah aturan.

Adanya aturan-aturan baru dalam sepakbola menurut pria yang pada tahun ini maju sebagai calon legeslatif DPR RI melalui partai Nasional Demokrat (Nasdem) karena keberadaan sepakbola yang memang dinamis dan tidak statis. Jadi, untuk menciptakan sepakbola yang menarik, yang harus dilatih bukan hanya pemainnya, namun wasit sebagai pengadil di lapangan juga harus terus berlatih.

“Sepakbola itu mengikuti perkembangan zaman agar pertandingan bisa berjalan menarik. Namun aturan itu juga tetap ditujukan untuk menjaga kerukunan, fair play saling menghargai dan toleransi di lapangan. Jangan lagi ada wasit yang dicemooh saat ada tim yang kalah, kalah menang harus diapresiasi. Kalau sepakbola Indonesia bagus, nantinya prestasi Timnasnya juga bagus di internasional,” jelasnya.

Disinggung mengenai banyaknya kasus negatif di persepakbolaan tanah air, termasuk di dalamnya ada yang melibatkan wasit, dirinya mengaku hal tersebut adalah sebuah fakta yang harus diterima oleh semua pihak untuk saat ini. Namun, dirinya mendorong semua pihak agar kasus tersebut harus dievaluasi dan diperbaiki ke depannya.

“Keadaan itu ya harus diterima, kemudian dievaluasi dan diperbaiki. Harus disadarkan pelaku sepakbola nasional untuk menjalankan sepakbola itu sebenar-benarnya. Bagaimana sepakbola itu memiliki filosofi membangun karakter bangsa, solidaritas, nasionalisme dalam sepakbola. Tidak ada di sepakbola itu diskriminasi,” tandasnya. (Asr)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Sesuai Target, Indonesia Peringkat 1 Global Muslim Travel Index 2019

JAKARTA (MERAPI) - Pariwisata halal Indonesia benar-benar top. Buktinya, Indonesia menjadi yang terbaik dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019.

Close