Jenitri Dipanen Orang Lain, Rugi Rp 50 Juta

ilustrasi
ilustrasi

KEBUMEN (MERAPI) – Kerja keras, ketelatenan, dan biaya yang cukup besar untuk merawat pohon jenitri, tidak bisa dinikmati Salimun (40) petani jenitri warga Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Salimun hanya bisa gigit jari karena perkiraan memperoleh uang Rp 50 juta dari panen biji jenitri, seketika hilang karena ada yang mendahului memanen tanpa sepengetahuannya.

Salimun yang gagal panen jenitri di lahannya yang ada di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, melaporkan nasibnya ke polisi. Tidak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Sempor dan Satreskrim Polres Kebumen yang melakukan penyelidikan, berhasil menangkap terduga pencurinya, NG (50), warga Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng.

Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede melalui Kasubag Humas AKP Suparno, membenarkan penangkapan NG di rumahnya. “NG telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam aksinya, NG tidak sendirian, melainkan bersama lima pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran,” terang AKP Suparno, Senin (8/4).

Dalam aksi panen jenitri di lahan orang, komplotan NG memperoleh sekitar 20.000 biji jenitri. Dari hasil penjualan, tersangka NG mengaku memperoleh Rp 2 juta. Uang tersebut diakui digunakan untuk mengangsur cicilan kredit sepeda motor, serta untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan. Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman paling lama lima tahun penjara,” pungkas AKP Suparno. (Skm)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Selama Masa Kampanye, 24 Pengendara Motor Peserta Kampanye Ditilang

WONOSARI (MERAPI) - Kepolisian Resor Gunungkidul tidak melakukan tebang pilih terhadap kendaraan dari massa kampanye yang melakukan pelanggaran lalu-lintas di

Close