PSS RESMI MEMINJAMKAN – Zamzani Siap Hadapi Tantangan di Sriwijaya FC

SLEMAN (MERAPI) – PSS Sleman resmi meminjamkan Muhammad Zamzani ke Sriwijaya FC musim ini. Pemain belakang asli Sleman itu pun sudah menuju Palembang, Minggu (7/4). Zamzani dipinjamkan ke tim Liga 2 itu lantaran kalah bersaing dengan para bek senior seperti Purwaka Yudhi, Ikhwan Ciptady, Asyraq Gufron, dan legiun asing Alfonso de La Cruz.
Selain itu alasan lain yang dilontarkan manajemen dan tim pelatih adalah agar pemilik nomor punggung 24 di PSS itu memiliki jam terbang tinggi.

Rekan-rekannya di PSS beramai-ramai menyemangati Zamzani. Arie Sandy misalnya menyemangati Zamzani agar menampilkan penampilan terbaiknya bersama Sriwijaya FC. Zamzani sendiri tidak merasa kecewa meski dipinjamkan hingga Maret tahun depan. Ia merasa bermain di Sriwijaya FC adalah sebuah tantangan baru. Di Sriwijaya, Zamzani akan kembali satu tim dengan kompatriotnya di Liga 2 musim lalu, Yericho Christiantoko.

“Jika sesuatu menantangmu, mengujimu, dan membuatmu terjatuh, percayalah itulah yang akan membuatmu menjadi apa yang kamu inginkan,” kata Zamzani sebelum terbang ke Palembang, kemarin.

Hengkangnya Zamzani membuat pemain lama di tubuh tim saat ini tak sampai separuh skuad. Try Hamdani, Ega Rizky, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptady, Dave Mustaine, Wahyu Sukarta, Arie Sandy, dan Rangga Muslim adalah deretan muka lama yang masih menjadi rencana pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro di Liga 1.

Namun hanya empat pemain, Ega, Bagus, Dave, dan Rangga Muslim yang diproyeksikan menjadi pemain utama PSS. Di Piala Presiden lalu Seto memang sempat memainkan Wahyu Sukarta namun kedatangan Guilherme Batata dan Nerius Alom berpotensi membuatnya kembali jadi penghangat bangku cadangan. Ketimbang pemain muda, Seto lebih memilih pemain berpengalaman di skuad utama.

“Ada dua hal yang harus disampaikan, pertama adanya pemain senior di tubuh tim bisa menaikkan mental para pemain kita agar lebih dewasa bermainnya. Lalu saat ada pemain senior yang main, tim lawan akan berpikir untuk main keras. Beda apabila tim ini diisi dengan pemain muda, lawan akan mudah memprovokasi emosi mereka sehingga merusak konsentrasi,” jelas Seto, kemarin.

Mentalitas yang dikemukakan Seto bakal diuji dalam pertandingan uji coba melawan Bali United usai Pilpes 17 April mendatang. Meski sempat mengalihkan lawan uji coba, Bali United akhirnya bersedia mengirimkan surat resmi ajakan uji coba ke manajemen PSS. Pihak PT Putra Sleman Sembada (PSS) dan Manajemen sendiri sudah menerima surat ajakan bahkan mengajak tim asal Pulau Dewata itu uji coba dua kali tandang dan kandang.

Pelatih Bali United, Stefano Teco mengatakan belum menerima detail dari manajemen Bali United namun sudah diberitahu bahwa surat telah dikirimkan.
“Detailnya belum tahu bagaimana, bagus kalau memang uji coba kandang-tandang. Mereka ke sini bagus, kami ke sana tidak masalah juga, yang penting setiap minggu ada uji coba,” katanya kepada Merapi.

PSS juga bakal menguji sejauh mana pemahaman pemain tentang materi taktikal yang Sabtu lalu sempat diberikan tim pelatih. Seto sendiri mengklaim bahwa pemain sudah paham bermain dengan platform formasi normal yang kerap digunakan, 4-3-3 dan 4-4-2 baik saat bertahan maupun menyerang. Seto mengungkap Piala Presiden kemarin sebenarnya mampu menjadi tolok ukur PSS menyiapkan bekal sebelum Liga 1 bergulir. Sayang PSS tidak lolos fase grup.

“Tolok ukur ada di Piala Presiden kemarin sebenarnya. Gambaran tim utama juga ada di sana. Tapi kemarin para pemain sudah paham kok bagaimana bermain dengan platform normal,” sambung Seto.(Des)

Read previous post:
4 Destinasi Bintan Dieksplorasi Media Asing

BINTAN (MERAPI) – Batam Trail Run 5K dimanfaatkan media asing untuk mengekplorasi eksotisnya alam Bintan. Total ada 4 destinasi Bintan

Close