Pengadaan Beras Bulog Pati 2700 Ton

Petani di Pati panen padi hasil MT pertama. (Foto/Alwi Alaydrus)
Petani di Pati panen padi hasil MT pertama. (Foto/Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Serapan pengadaan beras Bulog Sub-Divre Pati hingga akhir Maret mencapai 2700 ton. Hasil tersebut menempatkan urutan kedua di Divre Jawa Tengah. Urutan pertama masih diduduki Bulig Sub-Divre Semarang.

Wakil Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Agung Saryanto mengungkapkan capaian pengadaan 2700 ton menunjukkan para mitra di Jepara, Kudus, Rembang, Blora dan Pati yang sudah menjalin kerjasama, berkerja cukup maksimal, dan harus tetap dipertahankan.

“Capaian prestasi juga dukungan kondisi masa panen musim tanam (MT) pertama dari para petani, terserap secara maksimal, dan harga pembelian beras kualitas medium juga terjangkau para pedagang pengumpul” kata Agung Saryanto, Sabtu (6/4).

Menyinggung soal pelaksnaan pengadaan, Wakil Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Agung Saryanto mengatakan, para petani tengah memanen hasil tanam padi musim tanam (MT) pertama. Sehingga tingkat ketersediaan bahan pangan di pasaran masih cukup banyak. “Sambil menunggu panen padi para petani musim tanam (MT) kedua, stok masih aman” tegasnya.

“Jelang Lebaran mendatang, memang belum banyak petani yang memanen padinya hasil MT II. Tetapi stok hasil serapan pengadaan tahun 2018 lalu memang dicadangkan untuk menghadapi kebutuhan pangan pada saat puasa dan Lebaran. Sehingga ketersediaan stok aman, dan tidak memunculkan terjadinya gejolak harga” ucap Agung Saryanto.

Sementara itu, harga jual beras secara langsung oleh pedagang di pusat penggilingan Rp 7.500 per kilogram. Sedangkan harga pembelian Bulog, sesuai ketentuan untuk beras kualitas medium per kilogram Rp 8.030. Beras oleh para mitra kerja dikemas untuk memenuhi kontrak pengadaan.

Para pedagang yang bermitra dengan Bulog tetap bisa memproduksi sendiri beras kulaitas premium untuk memenuhi pengiriman antar pulau. Harga beras konsumsi kualitas tersebut di pasar beras Sleko Pati masih berkisar Rp 10.000 per kilogram. (Cuk)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MANCING BARENG UGM DENGAN WARTAWAN: Informasi Sangat Dibutuhkan Masyarakat Pedesaan

BERBAH (MERAPI) - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono M.Eng D.Eng mengapresiasi tugas wartawan yang banyak menyampaikan

Close