MANCING BARENG UGM DENGAN WARTAWAN: Informasi Sangat Dibutuhkan Masyarakat Pedesaan

MERAPI-TEGUH Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono M.Eng D.Eng mengawali mancing bareng dengan wartawan.
MERAPI-TEGUH
Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono M.Eng D.Eng mengawali mancing bareng dengan wartawan.

BERBAH (MERAPI) – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono M.Eng D.Eng mengapresiasi tugas wartawan yang banyak menyampaikan informasi terkait dengan segala aspek kehidupan masyarakat. Menurut dia, tanpa ada peran peran wartawan dalam mewartakan informasi yang ada di UGM, terkait dengan berbagai hasil penelitian serta penemuan-penemuan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Jika tidak dikabarkan melalui berbagai media oleh wartawan, maka akan sulit sampai kepada masyarakat luas.

“Informasi sangat dibutuhkan bagi masyarakat pedesaan, terlebih saat ini besarnya dana desa yang diharapkan dapat memberikan penguatan bagi desa agar dapat maju dan berkembang. Dana desa jangan hanya untuk pembangunan infrastruktur, namun juga digunakan bagi berbagai pelatihan guna penguatan petani agar lebih maju,” kata Panut saat menyampaikan sambutan dalam acara mancing bareng Wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dengan Rektor dan sivitas akademika UGM di kolam ikan Blok III kompleks Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM, Minggu (7/4).

Besarnya dana desa, lanjut Panut Mulyono, membutuhkan pendampingan agar program-program yang dikembangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Agar desa dapat berkembang ini membutuhkan wartawan. Begitu juga dengan UGM, tanpa ada peran wartawan begitu menurut hemat Panut, apa yang ada di UGM tidak dapat tersebar. Adanya kerjasama antara UGM dan PWI maka apa yang ada di UGM dapat tersebar di masyarakat.

Acara mancing bareng itu sendiri berlangsung penuh kekeluargaan, ditandai dengan pelemparan pancing bersama Rektor UGM, Ketua PWI DIY Drs. Sihono HT dan kepala PIAT UGM Dr. Ir. Taryono M.Sc. Ada tidak kurang 100 peserta dengan total tebaran ikan 400 kg yang terdiri dari jenis Bawal dan Nila.
Keberadaan PIAT UGM selain sebagai pusat pengembangan agro teknologi juga menjadi pusat pembelajaran dalam bidang pertanian bagi para petani.
Dijelaskan Taryono, luas dua kebun yang dikelola PIAT saat ini ada sekitar 35 hektar yang terdiri dari tiba Blok. Blok satu merupakan lahan bagi pengembangan bagi floresti dan arena perkemahan serta out bond. Blok dua ada di kawasan lahan Mangunan dan blok III yang ada di pojok kawasan kompleks PIAT di Kalitirto, Berbah, Sleman.

“Kolam-kolam di sini semula tidak dikelola sebagai mana seharusnya, karena banyak burung yang berada di hutan kawasan ini yang setiap pagi selalu memanen ikan yang ada di kolam. Namun setelah kita kelola secara sungguh-sungguh ternyata dapat berhasil. Dan nanti bisa kita lihat hasilnya setelah terangkat pancing,” ucap Taryono bernama gembira.

Dijelaskan juga, keberadaan kolam ikan selain dimanfaatkan sebagai budi daya serta pengembangan perikanan darat, kolam-kolam yang ada di kawasan itu juga merupakan salah satu bentuk cara dalam konservasi sumber air tanah di lingkungan kawasan ini.

“Disini banyak sumber air kecil-kecil yang kemudian ditampung menjadi kolam-kolam lantas digunakan untuk budi daya ikan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua PWI DIY Sihono mengungkapkan, adanya jalinan silaturahmi seperti ini antara Keluarga Besar PWI dengan Sivitas Universitas Gadjah Mada, Rektor dan segenap jajarannya, merupakan salah satu cara untuk saling memahami tugas masing-masing. Secara prinsip PWI dan UGM sama-sama memiliki kesamaan misi sebagai pejuang kebangsaan dan Pancasila.

“PWI dan UGM sama-sama terkait dengan nilai kebangsaan dan Pancasila, hanya ramah perjuangannya yang mungkin memiliki perbedaan. Insan pers Indonesia adalah insan Pancasila yang menjunjung nilai kebangsaan. Meski dalam aspek ekonomi selama ini masih memprihatinkan, karena hanya menjadi alat bagi pemilik modal,” tandas Sihono. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Komunitas Fortuner Jogjateng Berbagi dengan 140 Anak Yatim

KARANGANYAR (MERAPI) - Toyota Fortuner club Of Indonesia (ID42NER) chapter Jogjateng melakukan Bakti Sosial (Bakos) dalam rangka anniversary ke-4 di

Close