Minum Obat Sebelum Cabuli Anak Kandung

MERAPI-GUNARWAN Pelaku pencabulan digelandang ke Mapolres Purworejo.
MERAPI-GUNARWAN Pelaku pencabulan digelandang ke Mapolres Purworejo.

PURWOREJO (MERAPI)- Gara-gara ditinggal merantau ibunya di luar
negeri, N (14) seorang siswi SMP di Kabupaten Purworejo
menjadi korban nafsu bejat ayah kandungnya. Perlakuan ini sudah
terjadi selama enam tahun sejak ibunya bekerja di Hongkong.
“Selama ini korban selalu mendapat ancaman dari pelaku sehingga takut melapor,” kata Kasat Reskrim AKP Ario Seto Liestyawan kepada wartawan, Jumat (5/4).
Dalam gelar kasus yang berlangsung di Mapolres Purworejo itu, AKP Ario Seto Liestyawan menjelaskan, korban yang mengalami penderitaan lahir dan batin akhirnya tidak tahan dan melapor kepada kakaknya. Laporan ini ditindaklanjuti anggota keluarga lainnya yang kemudian melapor ke Polisi.
“Dari laporan ini pelaku langsung kita tangkap di rumah kontrakannya
di wilayah Kecamatan Purworejo,” jelas Ario Seto Liestyawan.
Terbongkarnya kasus ini menurut Ario Seto Liestyawan, berawal saat korban menceritakan kepada kakaknya NE, bahwa dirinya telah
menjadi korban kekerasan seksual ayahnya sendiri selama enam tahun.
“Setiap kali melakukan perbuatan itu, pelaku selalu mengancam akan
membunuh kedua adik korban. Korban takut dengan ancaman itu sehingga
selama ini selalu pasrah,” jelasnya.
Di samping itu korban juga tertekan karena setiap ditolak keinginannya, pelaku akan menghancurkan barang-barang yang ada di rumah. “Perbuatan itu selalu dilakukan pada malam hari, saat keluarga yang lain sedang tidur,” tambahnya.
Menurutnya, pelaku juga sering meminum obat perangsang sebelum mencabuli anaknya. Bahkan korban juga diberi obat untuk memperlancar haid. Sebagian obatan itu disita polisi sebagai barang bukti.
Akibat perlakuan ini, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 81 (2) UU RI
Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun.(Gnr)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Ribut di Jalan, Mahasiswa Ditembaki

PAKUALAMAN (MERAPI)- Seorang mahasiswa sebuah kampus di Yogya, Lutvi (22) yang tinggal di Gondokusuman Yogya diberondong tembakan air soft gun

Close