Festival Budaya Helaran Bogor Libatkan Ribuan Peserta

Festival Budaya Heleran tahun lalu.

BOGOR (MERAPI)- Festival Budaya Helaran Bogor tahun 2019 akan berlangsung di Pakansari, 7 April nanti. Kegiatan ini menampilkan seni budaya Sunda. Ribuan peserta akan dilibatkan. Seluruh jajaran SKPD ikut ambil bagian. Dari kota, kecamatan, hingga kelurahan.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, biasanya Festival Budaya Helaran Bogor menampilkan iring-iringan mobil hias dengan berbagai tema. Tampil pula berbagai komunitas dan sanggar seni budaya.

“Jika kita amati, dari tahun ke tahun kemeriahan festival ini terus meningkat. Tahun lalu, peserta datang dari berbagai daerah. Antara lain dari Kota Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Sumedang, Subang, dan tentunya dari Bogor sendiri,” ujarnya, di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Rizky menambahkan, Festival Budaya Helaran Bogor sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Awalnya, kegiatan ini merupakan puncak peringatan hari jadi Kota Bogor. Karena antusias masyarakat sangat tinggi, selanjutnya kegiatan ini dijadikan sebagai kalender tahunan.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung menambahkan, helaran berarti pertunjukan seni dan budaya yang bergerak, atau lazim pula disebut pawai. Semua pihak terlibat, bahkan masyarakat umum dan swasta ikut ambil bagian.

“Bicara soal helaran, memang sudah bukan milik pemerintah saja. Semua masyarakat ikut memiliki, sehingga banyak yang berpartisipasi. Bahkan, warga dari kota lain turut memeriahkan jalannya acara yang berlangsung selama 2 hari ini,” ucapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan menjelaskan, Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan dan memiliki potensi kekayaan kesenian tradisional yang sangat beragam. Setiap kesenian memiliki ciri khas masing-masing, yang lahir dari khasanah wilayahnya.

“Atas dasar tersebut, maka Pemkab Bogor terus berupaya menumbuhkembangkan kesenian tradisional sehingga ber-regenasi setiap masanya. Kesenian tradisional tetap terpelihara di tengah modernisasi seperti sekarang,” ucapnya.

Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin berharap atraksi yang disuguhkan bisa menarik wisatawan.
“Kita akan memberikan atraksi-atraksi terbaik bagi wisatawan. Kabupaten Bogor juga siap menjadi destinasi wisata terdepan di Jawa Barat. Kita akan kembangkan pariwisata agar bisa dinikmati wisatawan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” papar Ade Yasin, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor Rachmat Surjana.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, seni budaya tetap menjadi perhatian serius Kemenpar. Sebab, 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

Menurut dia, ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi di lebih dari 17 ribu pulau. Dari beragam suku yang ada, juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. “Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat. Ini yang harus dikelola secar serius bersama-sama,” pungkasnya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Gencarkan Promosi di Malaysia, Kemenpar Ikuti Matta Fair Penang 2019

JAKARTA (MERAPI) - Kementerian Pariwisata (Kemanpar) terus menggempur pasar potensial Malaysia. Setelah Matta Fair Kuala Lumpur dilewati pada bulan Maret

Close