TPS Diharapkan Lebih Aksesibel

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Riza memasukkan surat suara saat ikut simulasi Pemilu 2019.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Riza memasukkan surat suara saat ikut simulasi Pemilu 2019.

SLEMAN (MERAPI) – Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2019 nanti diharapkan aksesibel terhadap penyandang disabilitas. Pasalnya, sejumlah penyandang disabilitas ada pengalaman kalau mereka cukup kesulitan ketika memasuki TPS dalam Pemilu sebelumnya.

Setidaknya itu yang dirasakan Riza Candra Gunawan (28) ketika ikut simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu serentak 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman di Hotel Griya Persada Pakem, Kamis (4/4). Simulasi diikuti oleh semua PPS dan PPK di Kabupaten Sleman. Usai ikut simulasi Riza mengaku tidak ada kesulitan. Namun dia tidak menjamin saat Pemilu yang sesungguhnya besok kondisinya akan sama. Sebagai pengguna kursi roda, dia cukup kesulitan ketika ikut Pemilu lima tahun lalu. Pasalnya jarak antar bilik cukup sempit, sehingga dia harus dibantu petugas KPPS.

“Kalau simulasi tidak ada kesulitan. Kurang tahu pas Pemilu sesungguhnya besok. Apalagi sejauh ini rumah warga yang dijadikan TPS kurang aksesibel. Harapannya tentu semua TPS bisa lebih aksesibel. Terutama bagi kami yang memakai kursi roda,” ungkap warga Hargobinangun Pakem ini.

Terkait masukan tersebut, KPU Sleman akan berkoordinasi dengan PPS. Agar dalam pemilihan lokasi untuk TPS memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas. Tidak terbatas jenis disabilitas tertentu. Tapi semuanya. Karena dalam regulasi juga sudah dijelaskan tentang TPS yang aksesibel.

“Kalau memang rumah warga tidak ada yang bisa, kami sediakan anggaran untuk sewa tenda. Ini dimaksudkan agar teman-teman penyandang disabilitas tetap nyaman ketika menggunakan hak pilihnya,” ujar Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi.

Untuk simulasi ini sendiri dilakukan guna memastikan kesiapan petugas dalam Pemilu nanti. Semuanya dibuat sama sesuai dengan regulasi. Seperti TPS sudah harus siap pukul 07.00 WIB hingga nanti dalam penghitungan suara. (Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Desa di Karanganyar Komitmen Mengelola Sampah Mandiri

KARANGANYAR (MERAPI) - Sebanyak 177 pemerintah desa/kelurahan diajak berkomitmen tuntas sampah secara mandiri. Sebab, hanya itu satu-satunya cara mengatasi limbah

Close