Sales Nasmoco Bantah Menggelapkan


Para saksi saat disumpah sebelum memberikan keterangan di persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Para saksi saat disumpah sebelum memberikan keterangan di persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI) – Seorang sales mobil Toyota, Trm (45) yang berkantor di Nasmoco Jalan Magelang Mlati Sleman kembali diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (1/4). Terdakwa didakwa telah menggelapkan mobil Toyota Avanza dengan mengeluarkan mobil dari dealer tanpa adanya persetujuan atasan. Padahal, pengeluaran mobil harus ada persetujuan.

Dari pemeriksaan para saksi yang dihadirkan jaksa Sutrisno SH MH, sebelumnya terdakwa sebagai sales mendapat order dari costumer Suseno warga Godean Sleman. Saat itu saksi hendak membeli mobil 2 unit mobil Avanza secara kredit. “Sebagai atasan setahu kami mobil masih di gudang. Karena sebelumnya permohonan kredit mobil tak disetujui tetapi oleh terdakwa dikeluarkan,” ujar Dono, Supervisor Nasmoco Mlati di sela-sela persidangan.

Diketahui, awalnya pada Februari 2018 terdakwa mengajukan kredit mobil Toyota Avanza atas nama Suseno. Karena saat menyerahkan berkas pengajuan tak di-acc pihak leasing kemudian meminjam nama saudaranya Ismadi untuk pengajuan tetapi juga tak disetujui.

Perbuatan terdakwa diketahui setelah ada audit internal Oktober 2018. Diketahui mobil tersebut tak ada di gudang. Setelah ditelusuri, mobil telah dikirim terdakwa kepada Ismadi. Tetapi saksi Suseno maupun Ismadi mengaku tak pernah membayar uang DP pembelian mobil. Karena saat pengajuan ke leasing dan dilakukan survei tak disetujui.

Terdakwa keberatan atas keterangan saksi, dan menyatakan ia mengeluarkan mobil sesuai prosedur. “Saya menolak keterangan saksi. Tak benar pengeluaran mobil tak ada persetujuan. Saya akan tunjukkan bukti persetujuan pada sidang selanjutnya,” ucap terdakwa. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
PLEDOI KASUS PENCABULAN- Pengacara Anggap Terdakwa Korban

SLEMAN (MERAPI) - Tim penasihat hukum R Gatot Kurniawan Sitompul SH MH, Titis Heruno SH dan Bramanya Pujakesuma SH menilai

Close