MOMENTUM PSIM UNTUK BERPRESTASI – PSIM Berharap Kerja Sama Suporter

YOGYA (MERAPI) – Masuknya investor baru di PSIM Yogya memberikan dampak positif dengan munculnya optimisme dari banyak kalangan. Tak terkecuali ekspektasi tinggi yang mulai menghinggapi suporter. Namun manajemen PSIM berharap adanya kerja sama yang ditunjukkan oleh suporter untuk mensuport tim kebanggaannya.

Menurut Caretaker PT PSIM Jaya, Bambang Susanto, pihaknya berharap seluruh elemen yang ada di PSIM bisa berbenah ke arah lebih baik. Hal tersebut dimaksudkan untuk bisa membentuk kesinambungan.

“Oke lah saya gelontorkan dana di awal. Namun kami juga butuh partisipasi dari suporter. Kalau pemasukan dari merchandise tidak ada, justru malah beli yang KW, tiket jebol, tentu sudah tidak ada lagi masa depan di sana,” ungkap Bambang, kemarin.

Disebutkan Bambang, pihaknya berusaha melakukan pendekatan intensif dengan suporter agar bisa bersinergi. “Bagaimana pun, tanpa mereka kami tak bisa berjalan sendiri. Kami harus bersama-sama. Apa yang dilakukan suporter tetap berdampak pada klub,” ujarnya.
Dengan sikap suporter PSIM yang pada beberapa kesempatan menimbulkan masalah, hal tersebut diharapkan bisa diminimalisir bahkan sebisa mungkin dihilangkan. Untuk itu, suporter juga diharapkan bisa memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kebaikan PSIM.

Menanggapi hal itu, Presiden DPP Brajamustri, M Burhanudin mengatakan, ini merupakan penanda kebangkitan skuad Laskar Mataram setelah pada beberapa musim terakhir mengarungi musim yang berat.

“Tentu ini momen yang sangat bagus. Sudah lama kami menanti ini. Semoga era kejayaan PSIM kembali, menuju era yang profesional. Akhirnya kebangkitan ini tiba, diharapkan menjadi lebih baik sesuai dengan harapan suporter,” katanya.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Thole itu, baik pada 2017 maupun 2018, PSIM sempat terancam degradasi. Pada 2017 PSIM berhasil bertahan setelah melewati babak play off, sedangkan pada 2018 PSIM mengawali musim dengan minus 9 poin. “Besar harapan kami musim ini bisa berprestasi, karena sudah saatnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua The Maident, Rendy Agung Prasetya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik upaya untuk mensinergikan antara suporter dengan komponen yang ada di tim. Hal itu tak lepas demi target promosi ke Liga 1.

“Jelas kami memiliki harapan besar agar PSIM bisa bermain di kasta tertinggi. Bangga dengan sejarah itu penting. Namun menciptakan sejarah itu juga tidak kalah penting. Ini saatnya untuk menciptakan sejarah menuju kasta tertinggi itu,” tuturnya. (Oro)

Read previous post:
Mahasiswa ISI Peringati Hari Teater Dunia

PERINGATAN Hari Teater Dunia (Hatedu) jatuh pada 27 Maret. Hatedu 2019 diperingati secara sederhana oleh Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Seni

Close