Bank Indonesia DIY Gelar UMKM Yogya Go Digital

YOGYA (MERAPI) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia baik dari sisi jumlah unit usaha, kontribusi terhadap PDB Indonesia, penyerapan tenaga kerja dan ekspor. Berdasarkan data BPS tahun 2017, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 64,41%, penyerapan tenaga kerja sebesar 97,02%, dan ekspor Indonesia sebesar 17,92%.

“Penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa1 dari seluruh penduduk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan smartphone/tablet semakin mendukung meluasnya penggunaan internet di Indonesia. Hal tersebut mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketplace yang kemudian mentransformasi perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja konvensional menjadi berbelanja online,” kata Sri Fitriani selaku Deputi Direktur
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (29/3).

Sejak transformasi itu, jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan mencapai 53 Miliar USD2. Berdasarkan data Neraca Perdagangan antar wilayah Indonesia, BPS, per Januari 2019 transaksi e-commerce tumbuh sebesar 135,8%(yoy) dibandingkan dengan periode yang sama ditahun 2018. Ini adalah peluang yang sangat baik bagi UMKM Indonesia. Kekayaan alam (bahan baku), keberagaman dan keunikan budaya Indonesia seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi UMKM Indonesia untuk bisa bersaing di pasar online. Namun, dari total 59,2 juta3 pelaku UMKM Indonesia, pangsa e-commerce terhadap total perdagangan barang dan jasa masih terbatas yaitu 3,6% pada tahun 20184. Padahal, jika UMKM memanfaatkan fasilitas online untuk pemasaran produknya akan berdampak pada peningkatan omzet rata-rata 80%.

Masih ada PR pengembangan UMKM Indonesia yang menjadi tantangan ke depan. Selama ini masih banyak UMKM yang berorientasi pada pasar lokal sehingga tidak mengetahui informasi pasar secara lebih luas dan agak tertutup terhadap inovasi. Masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi untuk pengembangan bisnisnya, baik dari sisi produksi, pemasaran (e-commerce), pembayaran (e-payment) maupun pembiayaan (e-financing). Selain itu belum banyak UMKM yang sadar untuk memiliki hak paten produk yang dihasilkan dan belum memiliki strategi penjualan/marketing yang baik.

“Sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM Yogyakarta, pada 1–2 April 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara ‘UMKM Jogja Go Digital: Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment’ di Sheraton Hotel Yogyakarta. Ini merupakan sebuah program pengenalan (on-boarding) kepada UMKM Yogyakarta mengenai akses pemasaran (e-commerce), akses permodalan (e-financing) dan pembayaran secara non-tunai (e-payment),” ujar Sri Fitriani.

Selama 1,5 hari, Peserta akan mengenal dunia pembayaran & permodalan digital, merubah mindset siap mencoba untuk menuju on line, belajar teknik fotografi produk dan editing menggunakan Ponsel, praktek pembuatan konten, dan belajar promosi di Sosial Media untuk mendukung on-boarding. Pasca kegiatan transaksi UMKM melalui e-commerce akan dimonitor secara kontinyu sehingga terbentuk data UMKM Digital Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM Yogyakarta selanjutnya.

Ini merupakan sinergi program Bank Indonesia dengan banyak pihak, antara lain Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menangani UMKM serta Asosiasi Penggerak UMKM Yogyakarta.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan antara lain meningkatkan literasi UMKM atas perkembangan UMKM Digital. Selain itu program UMKM Online yang termonitor, mempertemukan Produk UMKM dengan marketplace yang tepat, dan meningkatkan kapasitas UMKM untuk masuk ke bisnis online. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
All New Ertiga Raih “Car of the Year” di Otomotif Awrad

JAKARTA(MERAPI)-Produk unggulan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), All New Ertiga dan New SX4 S-Cross berhasil meraih penghargaan di ajang Otomotif

Close