OM AB Pro Jogja Makin Mantapkan Posisi

KIBARAN bendera OM AB Pro Jogja di blantika musik dangdut Yogyakarta dan Jawatengah semakin naik daun. Selain tampil rutin seminggu dua kali di Palm Cafe, orkes melayu besutan Marwata ini, juga padat dengan jadwal pentas diberbagai daerah baik di DIY maupun Jawatengah. Menurut Babe Wata sapaan intimnya, kehadiran OM AB Pro Jogja tidak lain untuk mengisi serta menyemarakan greget musik dangdut di Yogyakarta.

Meski diakuinya saat ini banyak grub musik dangdut yang kemudian bangkit, namun keberadaan AB Pro Jogja menjadi salah satu grub yang memberikan alternatif hiburan tersendiri dengan mengusung sejumlah pedangdut lokal maupun dari daerah lain seperti Magelang, Wonosobo, Solo serta pedangdut asal pantura.

“Kita hadir sebagai grub yang memberikan alternatif bagi hiburan musik goyang di Yogyakarta. Semakin memantapkan posisi sebagi grub yang memberi hiburan bermutu, selama ini selain menghadirkan pedangdut binaan kita sendiri, sederet artis dari berbagai daerah juga kita ajak untuk tampil secara rutin di Palm Cafe Yogyakarta,” tutur Babe Wata saat ditemui Merapi Kamis (28/3) di markas OM AB Pro Jogja dusun Pingitan, Sumberarum, Moyudan, Sleman.

Masyarakat Yogyakarta memiliki apresiasi yang besar terhadap hiburan musik dangdut, indikasinya begitu menurut Marwata, setiap kali ada hiburan musik dangdut bisa dipastikan akan membludag penonton yang datang. Bahkan disetiap ada hajatan di kampung-kampung, musik dangdut dengan iringan elekton juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakatuntuk ikut hadir menyaksikan hiburan itu.

Ditambahkan dia, ini merupakan isarat yang yang bagus bagi tumbuh dan berkembangnya jalur musik dangdut di DIY. Demikian juga dengan grub besutannya ini, menurut Babe Wata selama ini mendapat kepercayaan untuk mengisi di berbagai acara baik di lokal DIY maupun di berbagai kota di Jawatengah.

“Karena kepercayaan dari para penggemar musik dangdut, kita sering tampil di berbagai daerah juga di DIY,” tutur Babe Wata.

Bagi Marwata, tidak ada ukuran serta klasifikasi mana grub dangdut yang besar dan mana yang kelas ecek-ecek, selama sebuah grub musik dangdut dapat tampil dan eksis secara rutin itu menunjukan mutu dan kualitas grub serta pedangdutnya memiliki pamor dan patut diperhitngkan. Selama ini menurut dia, hanya seleksi alam yang dapat mengubur eksistensi grub dangdut yang ada di Yogyakarta.

“Selama masih dapat tampil secara rutin serta memiliki penggemar, bisa dipastikan pamor grub dangdut bisa terjaga. Ini juga harus terus melakukan pembinaan serta menggali bakat bagi penyanyinya, jangan sampai putus. Sebab selain musisi yang solid, peran penyanyi juga menjadi daya dongkrak yang kuat untuk setiap grub musik dangdut agar tetap moncer,” tandasnya.

Read previous post:
DAUR ULANG SULIT DALAM PEMASARAN – Sampah Sleman Masih Tertahan

SLEMAN (MERAPI) - Masih ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Piyungan tidak hanya berimbas pada masyarakat. Namun juga pengelola Tempat

Close