POLISI TANGKAP 5 PENGEDAR-4.900 Butir Pil Koplo Gagal Diedarkan di Gunungkidul

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Polisi menunjukkan barang bukti ribuan butir pil koplo yang hendak diedarkan di Gunungkidul.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Polisi menunjukkan barang bukti ribuan butir pil koplo yang hendak diedarkan di Gunungkidul.

WONOSARI (MERAPI)- Jajaran Satresnarkoba Polres Gunungkidul berhasil meringkus lima tersangka pengedar pil koplo dengan mengamankan barang bukti sebanyak 4.907 butir. Ribuan butir itu sedianya hendak diedarkan di wilayah Gunungkidul.
Kepolisian mendata dan mengidentifikasi jenis psikotropika tersebut terdiri dari 377 pil sapi (trihexyphenidyl) dan 4.530 butir jenis tramadol. “Kelima tersangka yang kami ringkus ini semua warga luar Gunungkidul, yakni warga Yogya dan Sleman,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady SH SIK dalan konferensi pers di halaman Mapolres Gunungkidul, Kamis (28/3) kemarin.

Dikatakan, tiga tersangka pengedar yang diamankan yakni PP (32), FN (30) dan ODS (31) warga Yogya. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. Pertama kali, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi berhasil membekuk PP di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo. Kemudian tersangka FN dibekuk di kampung Jetis, Kota Yogyakarta sekitar pukul 04.30 WIB.
“Kami menerima informasi jika mereka adalah pengedar pil koplo yang hendak beraksi di Gunungkidul. Makanya kami ambil tindakan penangkapan,” jelas Ahmad Fuady.

Ditambahkan, dari penangkapan itu, penelusuran terus dilakukan. Hingga akhirnya polisi berhasil meringkus lagi tersangka ODS di Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Sleman. Ketiga tersangka merupakan komplotan pengedar karena diamankan barang bukti cukup banyak, yakni ribuan butir pil koplo.
“Mereka sudah kami tahan dan kini sudah menjalani proses hukum,” imbuhnya.
Dalam waktu hampir bersamaan, dua pelaku lain dipergoki saat mengedarkan pil koplo jenis tramadol, yakni DN (30) yang dibekuk di Desa Sidorejo, Ponjong dan DS yang ditangkap di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Dari pengakuan para tersangka, mereka mengaku mendapat obat-obatan terlarang itu dengan cara membeli secara online, kemudian mengedarkan kepada para korban di Gunungkidul.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelima pelaku merupakan pemain lama yang sudah bertahun-tahun menjadi pengedar obat-obatan berbahaya secara ilegal. Pelaku jerat dengan Pasal 197 jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.(Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Penataan Glagah Gandeng Pihak Ketiga

TEMON (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo berencana menggandeng pihak ketiga dalam penataan Objek Wisata Pantai Glagah di Kecamatan Temon. Kerja sama

Close