TAK BISA MASUK KE TPSP PIYUNGAN – Sampah di Sleman Menumpuk

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Tumpukan sampah di TPS Pasar Condongcatur Depok Sleman.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Tumpukan sampah di TPS Pasar Condongcatur Depok Sleman.

SLEMAN (MERAPI) – Masih ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Piyungan berdampak pada proses distribusi sampah domestik. Tak terkecuali di wilayah Sleman. Seperti yang terpantau di Pasar Condongcatur Depok Sleman, Rabu (27/3). Pengambilan sampah terakhir dilakukan Senin (25/3). Sedang pengiriman ke TPSP Piyungan, Sabtu (23/3). Sampai sekarang belum bisa ngirim lagi. Untuk sampah di pasar dikumpulkan di Pasar Gamping.

“Kebetulan ini truk sampah milik Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Sleman. Jadi kami hanya mengambil sampah di pasar-pasar. Biasanya sekali ambil langsung di delapan lokasi baru penuh satu truk,” kata kru armada Disperindag Sunaryo di Pasar Condongcatur Depok Sleman.

Ketika tiba di Pasar Condongcatur, Sunaryo dan teman lainnya tampak kaget. Pasalnya, volume sampah biasanya tidak sampai 2 meter3. Namun sekarang sampai melebar di jalan-jalan dan diperkirakan mencapai 5 meter3. Sejatinya, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut hanya diperuntukkan sampah pasar saja. Namun kenyataannya tidak demikian. Justru sekarang ini didominasi sampah rumah tangga.

“Cara membedakannya mudah. Sampah pasar lebih ke sayuran atau keranjang bekas ikan. Tapi sekarang banyak tumbuhkan plastik berukuran besar. Dan itu dipastikan sampah rumah tangga, yang mereka enggan membayar berlangganan sampah. Jadi asal dibuang saja disini,” ungkapnya.

Tak hanya armada dari Disperindag yang tidak bisa masuk ke TPSP Piyungan. Namun juga armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pihak swasta penyedia jasa sampah. Pihak swasta ini menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman yang rutin mengambil sampah milik warga.

“Karena tidak bisa mengirim sampah ke TPSP Piyungan, maka armada kembali ke kantor DLH. Selain itu, yang biasa mengambil sampah ke rumah-rumah juga otomatis berhenti. Kalau biasanya dalam sepekan bisa 2-3 kali mengambil sampah, sekarang mungkin hanya sepekan sekali. Bahkan tidak diambil sama sekali. Karena tidak bisa masuk ke TPSP Piyungan,” imbuhnya. (Awh)

Read previous post:
Hasil Tes Medis Rudi Widodo dan Batata Dirahasiakan PSS

SLEMAN (MERAPI) - Manajemen dan PT Putra Sleman Sembada (PSS) tampaknya masih nyaman main rahasia dari Sleman Fans. Setelah informasi

Close