Suami Istri Gagal Selundupkan Sabu ke Lapas Cebongan

MERAPI-SAMENTO SIHONO AKBP Rizki Ferdiansah menunjukkan barang bukti paket sabu yang diamankan dari pelaku.
MERAPI-SAMENTO SIHONO AKBP Rizki Ferdiansah menunjukkan barang bukti paket sabu yang diamankan dari pelaku.

SLEMAN (MERAPI)– Petugas Satresnarkoba Polres Sleman berhasil membongkar praktik penyelundupan sabu ke dalam lapas. Seorang wanita, NY LE (31) warga Sleman ditangkap setelah kepergok memberikan sabu kepada suaminya, AT (34) yang tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sleman. Sabu itu rencananya akan diedarkan di dalam lapas Cebongan.
Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansah kepada wartawan, Rabu (27/3) mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas mendapatkan informasi adanya praktik peredaran narkoba yang modusnya diselundupkan saat sidang. Dari laporan itu, petugas bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi mengendus niat istri salah satu tahanan yang tengah disidang, AT hendak menyelundupkan sabu. Polisi pun memantau pergerakan istrinya, Ny LE. Dan benar saja, saat pasangan suami istri ini bertemu di sela jeda sidang, LE berusaha menyerahkan paket sabu. Petugas yang sudah memantaunya dengan sigap melakukan penangkapan.
“Dari penangkapan itu kita berhasil amankan 15,58 gram sabu, 20 pil koplo jenis Aplrazolam dan handphone. Barang itu dibungkus dengan menggunakan kondom,” beber AKBP Rizki.
Dari penangkapan itu, Satresnarkoba Polres Sleman dengan dipimpin Kasat narkoba AKP Toni Priyanto lantas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka di Surakarta Jateng, yang diduga memasok sabu itu.

Pemasok sabu yang diamankan yakni JU (34) warga Surakarta Jateng dan SL (25) warga Banjasari Surakarta. Dari tangan keduanya petugas menyita barang bukti berupa 74,93 gram sabu, timbangan digital, sendok plastik, plastik klip, 0,28 gram sabu dan handphone.
“Kedua tersangka ditangkap di tempat yang sama. Saat kita geledah kita dapatkan barang bukti 74,93 gram sabu,” katanya.
Dijelaskan Toni, sabu yang hendak diberikan LE ke suaminya diduga akan diedarkan ke dalam Lapas, meski AT berdalih bahwa sabu tersebut akan digunakan sendiri.
“Tidak mungkin sabu itu akan digunakan sendiri, mengingat jumlahnya cukup banyak. Jadi sebelum diselundupkan, kedua pelaku ini sudah melakukan komunikasi,” jelasnya.
Sementara itu tersangka LE mengaku tidak mengetahui barang yang hendak diberikan pada suaminya itu sabu. Pasalnya, ia hanya didatangi seseorang yang tidak diketahui untuk mengantar barang itu ke suaminya yang sedang menjalani sidang.

“Saat itu saya sedang kerja, kemudian didatangi orang untuk mengantar paketan itu ke suami. Saya tidak tahu kalau barang itu sabu,” akunya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2), Pasal 112 (2), Pasal 127 (1) a, dan UU RI No 35 tahun 2009 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan denda 10 M.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Bencana Alam Menimpa Temanggung

TEMANGGUNG (MERAPI) - Sejumlah bencana alam terjadi di Kabupaten Temanggung sepanjang Selasa (26/3). Badan Penanggulangan Bencana Daerah melaporkan kerugian mencapai

Close