SETELAH TPST PIYUNGAN DITUTUP – Sleman Kesulitan Membuang Sampah

Tumpukan sampah di Pasar Kepek, Sewon
Ilustrasi sampah menumpuk.

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Sleman kesulitan untuk membuang residu sampah, setelah akses ke tempat pengolahan terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul sejak beberapa hari lalu ditutup warga.

“Kami sedang mencari solusi, memang saat ini sampah masih menumpuk di sejumlah depo karena belum bisa dibuang ke TPST Piyungan,” kata Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Sri Restuti di Sleman, Selasa (26/2).

Produksi sampah Sleman mencapai 800 ton per hari dan selama ini hanya mengandalkan TPST Piyungan untuk membuang sampah. “Sejak Kamis (21/3) sudah mengantre panjang untuk membuang sampah. Dan sejak Minggu (24/3) sudah tidak bisa dibuang karena akses ditutup. Terpaksa kami kembali lagi ke depo sampah yang ada di Sleman. Sementara sampah yang ada di depo juga penuh,” katanya dikutip Antara

.

Ia mengatakan, Sleman memiliki sebanyak 13 depo sampah, dengan 34 armada truk pengangkut sampah. Masing-masing truk bisa menampung delapan meter kubik sampah. “Sampahnya yang belum terbuang banyak sekali. Kami juga bingung ini mau bagaimana,” katanya.

Sri Restuti mengatakan, pihaknya hanya bisa menunggu sembari berharap agar TPST Piyungan bisa beroperasi kembali. Jika dihitung dan mengacu data produksi sampah harian warga Sleman yahg mencapai 800 ton maka selama tiga hari ini saja produksi sampah bisa mencapai 2.400 ton.

“Mulai hari ini kami juga sudah tidak bisa mengambil sampah, armada sudah penuh, ditambah yang ada di depo juga masih banyak sampah,” katanya.

Kepala Seksi Persampahan DLH Sleman Suryantana mengatakan jika pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam masalah ini. “Kami tidak bisa apa-apa karena kami tidak punya TPA, hanya dompleng di TPST Piyungan,” katanya.

Menurut dia, Pemkab Sleman sempat mewacanakan akan membangun TPST di Madurejo, Kecamatan Prambanan. Namun belum bisa terealisasi akibat mendapatkan penolakan masyarakat di sekitar lokasi.

“Sementara baru ada wacana di TPST Tambakboyo yang saat ini masih dalam kajian dan penyusunan ‘detail engineering design’ (DED),” katanya.

Petugas keamanan depo sampah Nogotirto, Gamping, Daryadi mengataakn tumpukan sampah mulai menggunung sejak satu minggu yang lalu.

“Biasanya empat kali dalam satu minggu sampah diangkut ke Piyungan. Tapi ini tiga hari truk tidak bisa beroperasi karena Piyungan tutup,” katanya.

Daryadi juga menyebutkan masih banyak perilaku masyarakat yang asal membuang sampah. Sehingga baik di bagian dalam maupun luar, sampah sudah menggunung. “Sampah yang di depan depo, pinggir jalan, itu liar. Warga main lempar saja,” katanya. (*)

Read previous post:
MERAPI-BAGUS S FS pelaku pencurian di rumah tetangga.
TAHU PIN DARI HP KORBAN – Tarik Rp 18,6 Juta dari Kartu ATM Curian

KEBUMEN (MERAPI) - Layaknya uangnya sendiri, FS (27), warga Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, melakukan penarikan uang tunai hingga

Close